Bali Diharapkan Bisa Menginspirasi Delegasi Parlemen Dunia

12 September 2018 20:45 WIB
Bali Diharapkan Bisa Menginspirasi Delegasi Parlemen Dunia
Anggota DPR RI dari Dapil Bali Putu Supadma Rudana saat menghadiri pertemuan parmelen dunia di Bali. Istimewa
Bali: Indonesia menjadi tuan rumah World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ke-2. Forum yang digelar di Bali itu diikuti 45 negara dengan fokus membahas energi baru terbarukan (EBT). 

Anggota DPR RI dari Dapil Bali Putu Supadma Rudana berharap Pulau Dewata dapat menjadi inspirasi bagi para delegasi parlemen dunia dalam rangka mengimplementasikan semangat dari konsep energi baru terbarukan. Sebab, Bali merupakan daerah dengan semangat masyarakatnya yang selalu bersinergi dengan alam.

"Saya rasa Bali menjadi tuan rumah sebagai sebuah ikon, Bali juga menjadi sebuah daya tarik penting dan memilki semangat seni, budaya, dan alam yang memang betul-betul dapat menginspirasi dunia," kaya Putu disela-sela acara World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD), di Bali, Rabu 12 September 2018. 

Putu juga menjelaskan, masyarakat Bali memiliki konsep dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satunya bagaimana antara manusia dan alam saling berdampingan untuk menerima berkah dari penciptanya, atau yang dikenal sebagai konsep kosmologi Tri Hita Karana yang menjadi falsafah hidup tangguh. 

Menurut dia, dari falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keanekaragaman budaya, dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.

"Pada dasarnya hakikat ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Seperti misalnya, perayaan hari Nyepi, semangatnya adalah memberikan alam beristirahat. Kemudian, sistem pengairan sawah tradisional Bali (Subak) yang sifatnya mengenali alam bukan mengeksploitasinya, sehingga ini merupakan energi alam yang perlu disuarakan yang belum banyak diketahui masyarakat dunia," papar politikus Partai Demokrat itu.

Karena itu, Putu kembali berharap dalam pertemuan parlemen dunia ini, parlemen Indonesia sebagai tuan rumah dapat mengambil banyak peran strategis dalam menggaungkan pariwisata dan konsep energi yang ramah pada lingkungan. 

Menurut Putu, dalam konsep energi terbarukan, Indonesia tidak memposisikan diri sebagai objek atau market melainkan harus pada tahapan sebagai subyek/produsen.

"Sehingga dengan pertemuan parlemen ini, kita dapat membangun kejasama-kerjasama dengan parlemen dari negara maju yang sudah memikirkan jauh ke depan untuk menggunakan energi baru tebarukan tersebut," paparnya.

Seperti diketahui, WPFSD merupakan wadah pertemuan Parlemen Dunia yang digagas DPR RI sejak tahun 2017. Forum ini secara khusus diselenggarakan untuk meningkatkan peran Parlemen Dunia dalam mendukung pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) 2030.

Penyelenggaraan WPFSD tahun ini diikuti oleh 45 negara. Antara lain Argentina, Bahrain, Bolivia, Iran, Iraq, Jordan, Palestina, Peru, Serbia, Uni Emirat Arab, Venezuela, Kribati, Solomon Island, Tonga, Armenia, Botswana, Egypt, Ghana, Madagaskar, Micronesia, Mongolia, Moroco, Serbia, Timor Leste serta Turki. Pertemuan WPFSD ini membahas topik 'Menuju Energi Berkelanjutan untuk Semua'.

Turut serta 5 negara observer yaitu Belarus, China, Nigeria, Papua New Guinea, dan Qatar. Tak ketinggalan, organisasi internasional serta pemerintahan juga turut hadir. Antara lain ASEAN Inter Parliamentary Assembly/AIPA, Ernst & Young, Geneva Council for International Affairs and Development/GCIAD, United Nations Environment Programme/UNEP, Westminster Foundation for Democracy/WFD dan Women Political Leader Global Forum/WPL.


(ALB)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id