NEWSTICKER
Suasana sekolah terdampak banjir di SD Negeri Banjarasri, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Syaikhul)
Suasana sekolah terdampak banjir di SD Negeri Banjarasri, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Syaikhul)

Pelajar SD di Tanggulangin Sidoarjo Bersepatu Bot ke Sekolah

Nasional bencana banjir
Syaikhul Hadi • 19 Februari 2020 15:01
Sidoarjo: Pelajar SD Negeri Banjarasri, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, terpaksa bersepatu bot ke sekolah. Mereka khawatir genangan banjir yang tak kunjung surut menimbulkan iritasi pada kulit dan menyebabkan gatal-gatal.
 
Salah satu pengajar, Aula Firtonia Umza, mengatakan, sepatu bot yang dikenakan para siswa berasal dari bantuan sejumlah pihak. Kendati prihatin, bantuan sepatu sedikit mengurangi beban siswa.
 
"Memang selama ini sudah sangat terganggu (akibat banjir), tapi alhamdulillah ada bantuan. Mudah-mudahan anak-anak tidak merasa takut lagi dengan kondisi banjir," kata dia, Rabu, 19 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Aula, meskipun kegiatan belajar telah berlangsung seperti biasa, tidak semua siswa datang ke sekolah. Selain karena sakit, banyak yang memilih hanya tinggal di rumah.
 
Almirah, siswa SD Negeri Banjarasri, mengungkapkan, banjir yang merendam sekolahnya sudah berlangsung selama sebulan. Ketinggian air pun stabil di angka 30-50 sentimeter.
 
"Tapi alhamdulillah dapat bantuan sepatu bot. Jadi tidak takut kena gatal-gatal," ungkapnya.
 
Sebelumnya, kata Almira, ia dan semua siswa di sekolah tersebut harus belajar dengan kondisi kaki terendam. Hal ini pula lah yang menyebabkan mayoritas rekannya tak sekolah karena sakit.
 
"Setiap ke sekolah kaki (terasa) dingin. Kalau sudah pakai ini (sepatu bot) kan enak," imbuhnya.
 
Selama satu bulan terakhir, dua desa yakni Banjarasri dan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo dilanda banjir. Ratusan perumahan, ladang sawah, dan sekolah terendam dengan ketinggian air 30-50 sentimeter.
 
Pemerintah setempat sebelumnya mengajak kelurahan maupun desa, hingga kecamatan sama-sama kerja bakti untuk mengurangi banjir. Namun, hingga kini air tak kunjung surut.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif