Ilustrasi--Warga membawa bayi mereka untuk di timbang berat badanya di Posyandu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi--Warga membawa bayi mereka untuk di timbang berat badanya di Posyandu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: MI/Angga Yuniar)

38 Ribu Balita di Lebak Kurang Gizi

Nasional stunting
Antara • 11 Februari 2020 14:37
Lebak: Jumlah penderita stunting di Lebak, Banten, cukup tinggi. Sekira 40 persen atau 38 ribu dari 94.851 anak usia di bawah lima tahun di Lebak, Banten, menderita stunting.
 
"Angka itu berdasarkan hasil riset kesehatan daerah (Risda)," kata Kepala Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triono di Stasiun Maja, Lebak, Selasa, 11 Februari 2020, melansir Antara.
 
Dia mengeklaim bekerja keras mencegah kasus kekerdilan melalui sosialisasi. Selain itu bantuan makanan tambahan untuk balita dan tablet tambah darah ke remaja putri dan juga ibu hamil telah diberikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Triono menyebut para calon ibu hamil dipastikan bisa memenuhi gizi, mendapat sanitasi dan lingkungan yang baik. Ketersediaan air bersih, memahami pendidikan pola asuh, serta mampu membeli makanan dan mampu mengelola makanan.
 
Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebak menyosialisasikan pencegahan stunting ke sekolah-sekolah. Termasuk pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri.
 
"Penyebab kasus kekerdilan karena kekurangan gizi kronis yang lama, pola asuh yang kurang baik, daya beli, ketersediaan pangan dan pernikahan dini. Selain itu, akses lingkungan, termasuk sanitasi dan air bersih menjadikan salah satu faktor penyebab kekerdilan," bebernya.
 
Dia menerangkan upaya menangani stunting juga melibatkan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).
 
Tim Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Rian mengatakan pemerintah daerah tengah menggodok Peraturan Bupati (Perbup) tentang pencegahan dan penanganan kekerdilan pada anak balita.
 
Perbup kekerdilan mengacu standar yang diberikan pemerintah pusat untuk pencegahan dan penanganan masalah kekerdilan.
 
"Kami yakin melalui Perbup itu dalam tiga sampai empat tahun angka kasus kekerdilan menurun drastis," kata Rian.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif