Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemkot Surabaya Klarifikasi Prosedur Penanganan Pasien di RSUD dr Soetomo

Nasional Virus Korona
Syaikhul Hadi • 19 Mei 2020 09:11
Surabaya: Koordinator Tim Gerak Cepat (TGC) Kedungcowek Surabaya, Suluh Rahardjo menjelaskan prosedur penanganan pasien covid-19 (korona). Salah satunya menyiapkan formulir tindakan sebelum dibawa kerumah sakit dan meminta tanda terima dari pihak rumah sakit.
 
Menurut Suluh, setiap warga atau korban yang sedang mengalami kecelakaan, maka yang diutamakan adalah keselamatan korban itu sendiri. Oleh karenanya pada waktu kejadian, maka yang dituju adalah rumah sakit terdekat.
 
“Untuk keselamatan korban supaya tidak membahayakan. Jadi kita pilih RS terdekat. Atau bisa juga terkadang atas permintaan korban,” ujar Suluh menjawab tudingan penelantaran pasien covid-19, di Surabaya, Selasa, 19 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim TGC tidak mungkin menelantarkan pasien begitu saja. Bahkan ia kerap kali tertahan di rumah sakit dan menjadi penanggung jawab atas pasien tersebut sampai mendapat penanganan.
 
“Kita sering tertahan kadang karena alat kami juga masih terpasang di pasien. Seringkali sampai kami menunggu keluarganya datang,” tambahnya.
 
Meski begitu, dalam menjalankan tugasnya ia bersama tim medis yang tergabung dalam TGC memiliki SOP yang jelas. Salah satunya dengan menyiapkan formulir tindakan sebelum dibawa ke rumah sakit. Dalam formulir tersebut tertulis penanganan awal yang bertujuan untuk mengetahui keadaan atau kondisi pasien pada waktu itu.
 
“Biasanya ke dokter yang jaga. Kita juga meminta tanda terima. Kita tidak akan pernah meninggalkan pasien kalau belum betul-betul diterima. Atau kemudian sudah ada yang menangani siapa. Atau ketika sudah ada keluarganya siapa,” jelasnya.
 
Pemerintah kota Surabaya sebelumnya membantah tudingan menelantarkan pasien covid-19 yang ditujukan kepada tim TGC di IGD RSUD Soetomo Surabaya.
 
Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser meluruskan tudingan tersebut. Sebab, dari data yang terekam di Command Center 112 per tanggal 16–17 Mei 2020, ada 180 laporan yang diterima. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya merupakan laporan kecelakaan.
 
“Kita bantah itu terkait pernyataan bahwa pemkot abaikan 35 pasien Covid-19. Dari 180 laporan yang diterima, 13 di antaranya adalah kecelakaan. Dari 13 orang itu, hanya lima orang yang diantar ke RSUD dr Soetomo,” kata Fikser, Senin, 18 Mei 2020.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif