Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)

Pemkab Bojonegoro Dinilai Abai pada Petani

Nasional migas pertanian
Bambang Yulianto • 10 Juli 2020 15:08
Bojonegoro: Fraksi Gerindra pada DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai pemkab setempat kurang peduli pada nasib para petani. Padahal sebagian besar sumber penghidupan masyarakat di Bojonegoro berasal dari pertanian.
 
"Mulai dari menjamin kemudahan kebutuhan bercocok tanam hingga menjamin harga jual pada musim panen tidak difasilitasi oleh pemkab," ujar anggota fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro, Mahtukhan, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Menurut dia, selama ini petani kesulitan mendapatkan benih dan pupuk. Hal itu ditambah dengan harga jual hasil pertanian yang anjlok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Klaster Covid-19 dari Perusahaan di Semarang Terkendali
 
Selain di sektor pertanian, industri ekstraksi minyak dan gas bumi atau migas juga perlu diberikan stimulus. Khususnya bagi masyarakat kawasan ring satu industri migas Blok Cepu.
 
"Sehingga selain bertani, sebagian masyarakat juga mampu berkontribusi dalam proyek Blok Cepu secara langsung maupun tidak. Misalnya melalui pemberdayaan konten lokal maupun penciptaan home industri".
 
Mahtukhan menambahkan selain di dua sektor itu, ia juga meminta Pemkab Bojonegoro membenahi teknis dan mekanisme pelaporan saat terjadi masalah bagi tenaga kerja.
 
"Ini agar pekerja yang memiliki persoalan dalam ketenagakerjaan bisa terselesaikan dengan baik," jelasnya.
 

(MEL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif