Ilustrasi--Sejumlah pekerja bangunan di Kota Batu akan dipulangkan ke wilayah masing-masing. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
Ilustrasi--Sejumlah pekerja bangunan di Kota Batu akan dipulangkan ke wilayah masing-masing. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

Kerumunan Masih Terjadi di Pasar dan Pertokoan Kota Batu

Nasional Virus Korona PSBB
Daviq Umar Al Faruq • 22 Mei 2020 17:24
Batu: Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori, mengatakan, masih menemukan kerumunan masyarakat selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari kelima di wilayahnya. Masyarakat yang berkerumun umumnya berada di pasar dan pertokoan yang membeli kebutuhan menjelang Lebaran.
 
Guna memastikan tak terjadi penyebaran covid-19, pihaknya bakal mengintensifkan disinfeksi di pasar maupun fasilitas publik lain yang menjadi sumber kerumunan.
 
"Juga perlu adanya percepatan penyaluran bantuan sosial dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya, Jumat, 22 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Chori, secara umum PSBB di Kota Batu telah berjalan aman dan terkendali. Namun terdapat beberapa catatan yang masih perlu diperhatikan usai dilakukan evaluasi setiap harinya.
 
"(Seperti) masih ada arus pergerakan orang luar masuk ke Kota Batu tanpa tujuan yang jelas," kata dia.
 
Baca juga:Warga di Cirebon Berdesakan Cairkan Bantuan Tunai
 
Kemudian, ungkap Chori, masih banyak masyarakat yang keluar rumah tanpa mengenakan masker. Meskipun, jumlahnya terus berkurang.
 
"Lalu, masih ada pelaku usaha yang belum mematuhi dan atau mengetahui ketentuan jam buka operasional," jelasnya.
 
Di sisi lain, Chori menegaskan, masih perlu adanya sosialisasi yang lebih masif terkait pelaksanaan PSBB. Sosialisasi juga perlu melibatkan semua komponen masyarakat agar memiliki pemahaman dan kesadaran bersama tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan serta mematuhi ketentuan PSBB dalam rangka mencegah penularan virus korona.
 
"Terakhir, perlu dilakukan rapid test massal pada kelompok masyarakat atau klaster tertentu yang dinilai berpotensi sebagai persebaran covid-19," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif