ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

30 Persen Positif Covid-19 di Sumsel Tenaga Medis

Nasional Virus Korona PSBB
Gonti Hadi Wibowo • 16 Mei 2020 16:25
Palembang: Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Selatan menyebut 30 persen dari jumlah kasus 458 positif virus korona di Bumi Sriwijaya merupakan tenaga medis. Rentannya tenaga medis terpapar virus korona karena harus bersinggungan langsung dengan pasien.
 
"Satu orang dokter itu bisa melakukan praktek di tiga rumah sakit sehingga risiko penularan virus korona ke tenaga medis itu jauh lebih besar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, Yuwono, Sabtu, 16 Mei 2020.
 
Baca: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jabar Bertambah 17 Orang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yuwono mengatakan tenaga medis yang terpapar virus korona itu merupakan dari rumah sakit rujukan covid-19 seperti Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, Rumah Sakit Umum Daerah Bari Palembang, Rumah Sakit Fatimah Palembang, dan beberapa rumah sakit di beberapa daerah lainnya yang tersebar di Sumsel.
 
Bahkan terbaru ada 28 tenaga medis di Rumah Sakit Mohammadiyah Palembang yang positif virus korona dari hasil pemeriksaan swab tes yang tertular dari salah satu pasien positif virus korona yang dirawat.
 
"Tenaga medis ini tidak mengalami gejala yang artinya masuk orang tanpa gejala (OTG). Rata-rata mereka dalam kondisi baik dan tidak memiliki keluhan sehingga mereka melakukan isolasi mandiri di rumah sakit atau dirumah," jelasnya.
 
Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel lainnya, Yusri, mengimbau kepada masyarakat Sumsel untuk tidak takut berobat ke rumah sakit karena para tenaga medis yang terjangkit sudah kita nonaktifkan atau diliburkan.
 
Menurutnya pihaknya takut dengan banyaknya kabar yang beredar tenaga medis di Sumsel yang positif virus korona bisa menimbulkan pemikiran di masyarakat bahwa banyak tenaga medis bisa menularkan virus korona.
 
"Tenaga medis itu sudah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai protokol penanganan covid-19 sehingga masyarakat yang sakit tetapi takut berobat di rumah sakit," pungkasnya Yusri.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif