ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Wali Kota Malang Tunggu Hitam Putih PSBB Jawa Bali

Nasional Virus Korona covid-19 PSBB pandemi covid-19
Daviq Umar Al Faruq • 06 Januari 2021 19:14
Malang: Kawasan Malang Raya yang terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, menjadi salah satu wilayah yang bakal diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara nasional. PSBB kali ini diterapkan untuk beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Provinsi Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021.
 
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku, belum mendapat instruksi langsung terkait kebijakan tersebut. Tapi, ia mengaku telah mendapat informasi dari Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak.
 
"Kalau belum ada hitam di atas putih, kami belum (bisa memutuskan). Tadi juga Pak Wagub juga telepon. (Instruksi langsung dan surat) belum, baru informasi di media dan itu (telepon Wagub) saja," katanya saat dikonfirmasi, Rabu 6 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutiaji menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, PSBB Jawa-Bali ini bukan berarti penutupan. Melainkan hanya pembatasan di daerah.
 
"Jadi pengetatan-pengetatan begitu saja dan sekali lagi itu bukan program kita, ini kan secara nasional," bebernya.
 
Baca: PSBB Jawa-Bali Diterapkan, Ini Kegiatan yang Bakal Terdampak
 
Orang nomor satu di Kota Malang itu menambahkan, kebijakan PSBB Jawa-Bali saat ini hanya diterapkan secara sampling saja. Sehingga, hanya kota-kota besar di setiap provinsi yang dipilih.
 
"Maunya yang ditunjuk adalah Malang, Kota Malang dengan Kota Surabaya. Tapi kalau Kota Malang ini tidak sama dengan Kota Surabaya, karena Kota Malang berada di tengah-tengah kota yang lain," jelasnya.
 
Pemerintah pusat kembali menerapkan PSBB untuk menekan penularan covid-19 di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali, dan berlaku mulai 11 Januari sampai 25 Januari 2021. Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
 
"Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali karena seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Rabu 6 Januari 2020.
 
Airlangga mengatakan, pemerintah melihat data perkembangan penanganan covid-19, seperti zona risiko penularan virus korona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Selain itu, pemerintah juga melihat kasus aktif covid-19 yang saat ini telah mencapai 14,2 persen.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif