ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Hotel di Semarang Gagal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19
Media Indonesia.com • 07 Januari 2021 12:26
Semarang: Rencana Pemerintah Kota Semarang menyewa tiga hotel untuk pemusatan isolasi pasien covid-19 gagal. Sementara itu, rumah sakit rujukan penanganan korona penuh dan pasien covid-19 harus antre untuk dapat menjalani perawatan.
 
“Pihak hotel menolak disewakan menjadi tempat isolasi pasien covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, melansir Media Indonesia, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Dia mengatakan penuhnya rumah sakit di Kota Semarang karena banyaknya serbuan pasien covid-19 dari daerah sekitar. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ruang rawat inap dan isolasi pasien dilakukan pemaksimalan kapasitas ruangan, baik di rumah sakit maupun puskemas, dan ruang pemusatan isolasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang, saat ini dari 239 tempat tidur tersedia, sudah terisi 231 tempat tidur (97%). Sedangkan ICU sebanyak 25 tempat tidur juga sudah penuh.
 
"Kami sulit menerima pasien covid-19 lagi karena keterbatasan ruang dan tempat tidur. Pasien terpaksa antre menunggu perawatan" kata Direktur Utama RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati, Kamis, 7 Janauri 2021.
 
Baca: Kasus Aktif Covid-19 Naik Dua Kali Lipat dalam Dua Bulan
 
Berdasarkan catatan, ada lima pasien covid-19 saat ini menunggu perawatan di RSUD Wongsonegoro. Sedangkan untuk menambah ruangan juga tidak mudah, karena khusus pasien covid-19 telah menempati dua gedung yang ada.
 
Secara keseluruhan, ungkap Susi Herawati, kapasitas RSUD Wongsonegoro mencapai 434 orang dan kini merawat 333 orang pasien. Sementara itu, 261 orang (78%) di antaranya adalah pasien covid-19.
 
"Kondisi ini menjadikan kami kesulitan. Apalagi rumah sakit lain juga kondisinya sama penuh dan banyak dirujuk ke rumah sakit ini," tambahnya.
 
Pemerintah Kota Semarang terus berusaha melakukan penambahan sejak beberapa bulan lalu. September 2020 ketersediaan temoar tidur ada 700, dan Oktober menjadi 800 tempat tidur.
 
Kemudian November 900 tempat tidur.Dan di akhir tahun menjadi 1000 tempat tidur. Pada Januari 2021 bertambah menjadi 1.116 tempat tidur.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif