ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pemkab Malang Gelontorkan Rp10 Juta Per Kecamatan untuk PPKM

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Daviq Umar Al Faruq • 10 Januari 2021 19:08
Malang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 juta untuk satu kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM sendiri bakal diterapkan di Kabupaten Malang pada 11-25 Januari 2021.
 
"Anggaran tersebut untuk biaya sosialisasi kepada masyarakat, pengamanan, dan koordinasi," kata Bupati Malang, M Sanusi, Minggu 10 Januari 2021.
 
Baca: Pramugari Asal Tangsel Jadi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sanusi menjelaskan PPKM di Kabupaten Malang akan diterapkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Jawa dan Bali.
 
"Wilayah Kabupaten Malang akan memakai seluruh aturan sesuai dengan peraturan Kemendagri, tidak akan ada perubahan karena saya tidak akan memakai kebijakan sendiri yang nantinya akan bertentangan dengan peraturan yang telah ditentukan," jelasnya.
 
Peraturan tersebut antara lain, membatasi perkantoran dengan menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebesar 75 persen dan kerja di kantor atau work from office (WFO) sebesar 25 persen. Kemudian, kegiatan restoran makan atau minum di tempat hanya diperbolehkan sebesar 25 persen.
 
Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal sampai dengan pukul 19.00 WIB, kegiatan belajar mengajar secara Daring, pembatasan kapasitas tempat ibadah sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.
 
Selain itu untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat serta kegiatan konstruksi tetap diizinkan beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
 
"Saya berharap dengan dilakukannya PPKM ini Kabupaten Malang dapat mengurangi jumlah pasien covid-19," ungkapnya.
 
Kabupaten Malang nantinya juga akan memperketat setiap jalur masuk dan keluar dari Kabupaten Malang. Setiap wisatawan yang akan datang wajib melakukan rapid test antigen maupun antibodi.
 
Ridak hanya wisatawan saja, tapi semua orang yang dari luar daerah masuk ke Kabupaten Malang, harus membawa surat keterangan rapid test antigen, antibodi maupun Swab PCR (polymerase chain reaction).
 
"Dengan catatan warga yang berasal dari luar Malang Raya masuk ke sini (Kabupaten Malang) wajib membawa surat keterangan kesehatan. Kalau tidak maka akan kita Rapid Test Antigen," ujarnya.
 
Sementara Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra, mengatakan selama masa PPKM akan ada titik pos pengamanan. Hal itu untuk mengantisipasi keramaian.
 
"Letaknya dimana belum kami bahas. Yang pasti di tempat-tempat yang rawan terjadi keramaian, seperti pasar dan tempat wisata," ujar pria yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang itu.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif