Penyandang difabel masih bertahan di tenda bahu Jalan Pajajaran depan Balai Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 16 Januari 2020. Medcom.id/ Roni Kurniawan
Penyandang difabel masih bertahan di tenda bahu Jalan Pajajaran depan Balai Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 16 Januari 2020. Medcom.id/ Roni Kurniawan

Difabel Wyata Guna Nilai Dinsos Jabar Kurang Akses

Nasional penyandang disabilitas
Roni Kurniawan • 16 Januari 2020 10:37
Bandung: 32 difabel masih bertahan di tenda depan gedung Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis, 16 Januari 2020. Mereka tetap menolak untuk dipindahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat dan memilih menetap di bahu jalan.
 
Mereka menolak pindah karena akses di wilayah Dinsos Jabar yang berada di Cibabat, Kota Cimahi, tak ramah untuk difabel.
 
"Yang jadi kendala, Cibabat itu jauh dari tempat sekarang. Lingkungannya kurang akses, jadi kami di sana takutnya rumit untuk aktivitas," kata koordinator aksi, Elda Fahim, di depan Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Elda menjelaskan banyaknya selokan yang tak ditutup di kawasam Cibabat menjadi kendala utama untuk pindah ke Dinsos Jabar. Ia khawatir rekan-rekannya ada yang terluka dan tidak bisa melanjutkan perjuangan.
 
"Lingkungan agak rumit banyak selokan, takut ada yang kecelakaan. Karena pihak provinsi baru membena benah hari ini," jelas Elda.
 
Elda mengaku Pemprov Jabar pun memberikan tawaran untuk menginap sementara di hotel bintang tiga yang tak jauh dari Balai Wyata Guna. Namun mereka tetap menolak, karena mereka menginginkan tempat yang permanen bukan untuk hanya sementara.
 
"Kita berjuang bukan hanya untuk kita, tapi untuk saudara-saudara kita, adik-adik kita nasibnya kedepan. Mereka juga harusnya mendapat perhatian pemerintah," pungkas Elda.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif