Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tembus 987 Kasus

Nasional demam berdarah
Media Indonesia.com • 30 Juli 2020 19:51
Tasikmalaya: Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus meningkat, hingga 987 kasus. Sebanyak 19 di antaranya meninggal dan 945 sembuh.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan kasus DBD di Kota Tasikmalaya paling banyak menyerang anak di bawah umur. Dengan rincian, 13 anak meninggal akibat DBD.
 
"Sekarang yang masih mendapatkan perawatan sebanyak 23 orang. Gejala yang dirasakan mulai demam tinggi, mengigil, mual, muntah, sakit kepala dan bintik merah," kata Uus, Kamis, 30 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uus menambahkan, kesadaran masyarakat dengan kondisi lingkungan masih kurang sehingga korban terinfeksi semakin banyak. Petugas kesehatan maupun puskesmas terus menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
 
"Selama ini mereka hanya bisa mengandalkan pengasapan (fogging), padahal jentik maupun sarang nyamuk tidak akan hilang," ungkapnya.
 
Baca:Kasus DBD Mencapai 73.716 Orang, Jabar Terbanyak Nasional
 
Dia mengungkap, pencegahan DBD hanya bisa dilakukan dengan membersihkan lingkungan. Termasuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan baik, agar jentik tidak tumbuh menjadi dewasa.
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan. Wilayah paling terdampak adalah Kawalu dengan jumlah 174 kasus, Indihiang 63 kasus, Bungursari 94 kasus, Cihideung 98 kasus, Mangkubumi 133 kasus, Tawang 86 kasus, Purbaratu 50 kasus, Cipedes 91 kasus, Cibeureum 73 kasus dan Tamansari 93 kasus.
 
"Untuk kasus kematian di Kecamatan Kawalu enam kasus, Cipedes lima kasus, Purbaratu dua kasus, Bungursari dua kasus, Indihiang, Tawang, Mangkubumi dan Cihideung masing-masing satu kasus. Sedangkan, pasien yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit ada puluhan termasuk anak-anak," paparnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan kasus DBD di wilayahnya mengalami peningkatan dengan jumlah kematian 19 orang. Peningkatan kasus juga terjadi di 10 kecamatan.
 
"Kami, meminta RT dan RW siaga diaktifkan kembali untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti menjadi dewasa," tukasnya.
 

(LDS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif