Susana sidang di Pengadilan Negeri Klas A1 Palembang, Kamis 13 Februari 2020.. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
Susana sidang di Pengadilan Negeri Klas A1 Palembang, Kamis 13 Februari 2020.. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)

Pembunuh Sopir Taksi Daring di Palembang Divonis Mati

Nasional pembunuhan
Gonti Hadi Wibowo • 13 Februari 2020 16:45
Palembang: Akbar Al Faris, 34, terdakwa kasus pembunuhan terhadap sopir taksi daring, Sofyan, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Klas A1 Palembang, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Ketua Majelis Hakim, Efrata Happy Tarigan, menyatakan, Akbar dengan sengaja merencanakan pembunuhan terhadap sopir taksi daring.
 
"Terdakwa terbukti bersalah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan menjatuhkan hukuman pidana mati,” kata Tarigan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal yang memberatkan, kata Tarigan, terdakwa terbukti merencanakan pembunuhan dan secara sadar mengajak anak-anak untuk turut serta. Majelis hakim pun tak memiliki pertimbangan untuk meringankan hukuman terdakwa.
 
“Silakan terdakwa pikir-pikir, Pengadilan memberikan waktu selama tujuh hari. Jika tidak melakukan banding, dianggap setuju terhadap vonis yang diberikan," tegasnya.
 
Sementara itu, Akbar Al Farizi mengaku akan mengajukan banding. Pertimbangan utamanya, persoalan keluarga.
 
“Saya ingin sekali berkumpul dengan keluarga dan anak-anak saya,” singkatnya.
 
Pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan Akbar bermula ketika istri korban, Fitriani, 32, mengajukan aduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel, lantaran suaminya tak pulang usai mengantar penumpang pada 30 Oktober 2018.
 
Polisi kemudian membentuk tim untuk melacak perjalanan Sofyan dan menangkap salah satu pelaku, Ridwan, di Kabupaten Musi Rawas. Dari keterangan Ridwan diketahui bahwa Sofyan menjadi korban pembunuhan dan jasadnya yang tinggal tulang ditemukan ke kawasan perkebunan.
 
Selain Ridwan, polisi juga menangkap Acuan serta FR. Sedangkan Akbar ditangkap di Ogan Komering Ulu, pada Agustus 2019, setelah hampir satu tahun buron.
 
Pengakuan Akbar, mobil Sofyan dijual dengan harga Rp23 juta di wilayah Muaro Jambi. Uang hasil penjualan mobil dibagikan kepada masing-masing pelaku Rp5,3 juta.
 
Ridwan dan Acuan telah divonis hukuman mati oleh PN Palembang pada 24 April 2019, sedangkan FR hanya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena masih di bawah umur.
 
Sementara Istri korban, Fitriani, mengatakan, puas sanksi yang dijatuhkan majelis hakim kepada Akbar.
 
"Saya lega dan bersyukur akhirnya semuanya dihukum mati," ujar Fitirianti.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif