Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai. Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai. Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

84 Tenaga Kesehatan RSUD Jayapura Positif Covid-19

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 08 Juli 2020 17:49
Jayapura: Sebanyak 84 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Jayapura, Provinsi Papua, positif terinfeksi covid-19. Mereka terpapar selama melayani pasien covid-19 sejak Maret 2020, dan kini dirawat di beberapa rumah sakit dan tempat karantina.
 
"Yang dikarantina di Hotel Sahid Entrop sebanyak 68 orang, RSUD Abepura dua orang, RS Bhayangkara dua orang, RS Provita tiga orang, Marthen Indey satu orang, dan isolasi mandiri delapan orang," kata Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, di RSUD Jayapura, Jayapura, Papua, Rabu, 8 Juli 2020.
 
Dia menerangkan, dua orang dari 84 nakes itu tengah hamil. Kemudian, sebanyak 15 orang telah dinyatakan sembuh, dan telah kembali ke rumah masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dinyatakan sembuh sesuai hasil pemeriksaan swab dua kali," terangnya.
 
Baca:Warga di Sekitar Sekolah Perwira Akan Dites Covid-19
 
Aloysius mengungkap, rincian tenaga kesehatan yang terpapar virus korona yaitu dokter (umum dan spesialis) sebanyak lima orang, perawat/bidan 46 orang, penunjang medis laboratorium 13 orang, gizi empat orang, farmasi satu orang, administrasi enam orang, cleaning service enam orang, relawan VCT dua orang, dan sekuriti satu orang.
 
Aloysius menjelaskan, ruangan dari petugas yang positif terpapar covid-19 akan ditutup beberapa hari, untuk disterilisasi. Sementara rekan-rekannya juga wajib diperiksa dan dikarantina.
 
"Minimal dua minggu sampai dinyatakan negatif baru bisa masuk kerja. Saya ingin tidak terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat, ketika mereka datang berobat dan disampaikan oleh petugas bahwa ada ruangan yang ditutup atau penuh," ujarnya.

Unit Layanan RSUD Jayapura Dibatasi

Pihaknya telah mengambil beberapa kebijakan. Pertama, penggabungan Ruang Rawat Inap menjadi Ruang Rawat Inap Infeksius Pria dan Wanita, dan Ruang Rawat Inap menjadi Ruang Rawat Inap Non Infeksius Pria dan Wanita.
 
"Tidak ada lagi ruang-ruang yang spesifik seperti masa normal, karena kita sesuaikan dengan kondisi petugas kesehatan," jelasnya.
 
Kedua, Ruang Rawat Inap VIP ditiadakan. Ruang Rawat Inap VIP dipakai sementara untuk penginapan perawat yang melayani pasien covid-19 atau perawat yang sudah positif covid-19. Ketiga, Jam besuk ditiadakan dan pasien yang dirawat hanya diperbolehkan didampingi satu orang.
 
Keempat, sejumlah ruang perawatan yang tetap dibuka yaitu Instalasi Gawat Darurat, hemodialisa, ICU dan ICCU, Kebidanan dan Kandungan, Perinatologi/Bayi, Ruang Anak-Anak, Ruang Kelas 1, dan Ruang Paru.
 
"Pembatasan pelayanan ini akan kami sosialisasikan, baik lewat berita di media massa ini, spanduk di beberapa titik, dan juga pengumuman satu minggu di harian Cenderawasih Pos dan RRI Jayapura," ujarnya.
 
Aloysius meminta pengertian masyarakat yang membutuhan pelayanan agar memahami kondisi darurat. Apalagi, kinerja para petugas kesehatan di rumah sakit di masa covid-19 sangat berat.
 
"Tetapi kami pastikan bahwa kami tidak akan menolak pasien, apalagi dalam kondisi darurat. Mau di kursi, di lantai, kami akan layani," tukasnya.
 

(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif