Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Transportasi Udara dan Laut di Papua Beroperasi Kembali

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 04 Juni 2020 13:21
Jayapura: Pemerintah Provinsi Papua membuka kembali jalur transportasi laut dan udara dari dan menuju wilayah setempat. Pelayanan jalur transportasi laut, mulai dibuka pada 8 Juni 2020, sedangkan transportasi udara dimulai 10 Juni 2020.
 
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw, mengatakan, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan baik lewat jalur laut maupun udara.
 
"Khusus jalur transportasi laut diakomodasi KM Ciremai. Jumlah penumpang dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas," ujar dia, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembatasan kapasitas penumpang, kata Reky, sebagai bagian penerapan social dan physical distancing. Moda transportasi yang disiapkan pun diprioritaskan bagi para penumpang yang selama ini tertahan kebijakan Pembatasan Sosial Diperluas Diperketat (PSDD).
 
Baca juga:Perwal Jayapura Wajibkan Warga Pakai Masker
 
Sedangkan untuk transportasi udara akan diatur jadwal penerbangannya. Dalam satu hari hanya ada satu penerbangan dari setiap maskapai yang diizinkan beroperasi.
 
“Maskapai penerbangan ada lima; Garuda, Citilink, Sriwijaya, Batik Air, dan Lion air. Nanti akan kami buatkan jadwal. Misalnya, Senin untuk penerbangan Garuda, Selasa Batik Air, Rabu Citilink, dan seterusnya agar lebih efektif. Jadi dalam satu minggu hanya akan ada lima penerbangan," kata dia.
 
Lebih lanjut, ungkap Reky, penerbangan hanya dilakukan untuk rute langsung tujuan Jayapura-Jakarta dan sebaliknya tanpa transit. Sebelum 10 Juni, pihaknya segera menghubungi operator penerbangan terkait mekanisme dan aturan baru penerbangan.
 
“Yang jelas pelaksanaannya adalah relaksasi dan diatur oleh peraturan yang ketat. Pastinya harus mengikuti protokol kesehatan covid-19, termasuk apakah penumpang harus mengantongi hasil rapid test nonreaktif atau hasil PCR negatif, itu masih akan kami bahas dalam minggu ini," jelas dia.

 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif