Fetish pada kain jarik. (Twitter.com/m_fikris)
Fetish pada kain jarik. (Twitter.com/m_fikris)

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Fetish Jarik

Nasional pelecehan seksual
Amaluddin • 03 Agustus 2020 15:08
Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kesulitan mengungkap kasus fetish jarik berkedok riset mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gilang Aprilian Nugraga Pratama. Hingga kini, sudah ada 15 orang mengadu perihal kasus tersebut.
 
"Sejauh ini sudah ada sekitar 15 orang yang mengadu, namun masih sumir karena belum mencantumkan identitasnya secara jelas dan pasti," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jatim, di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Truno mengatakan, belum ada laporan resmi dari para korban ke kepolisian. Pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Deliknya masih delik aduan. Jadi kita mengimbau dan mengharapkan kepada para saksi dan korban, untuk segera melapor, supaya tuntas, sehingga kasus dapat diungkap," terangnya.
 
Baca:Unair Menskors Sementara Gilang 'Fetish Jarik'
 
Sementara itu, pihak Unair Surabaya, telah menerima 15 aduan melalui help center terkait kasus fetish jarik berkedok riset. Namun, mereka yang melapor tidak menyebutkan identitas.
 
"Mereka hanya menyebut bahwa pernah dihubungi dengan cara seperti ini. Kalimatnya mengajak dengan alasan riset tapi korban menolak," kata Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo.
 
Suko menerangkan, para saksi dan korban tidak perlu khawatir ketika melapor ke help. Unair menjamin keamanan privasi, siap membantu menuntaskan masalah tersebut.
 
"Di help center tersebut nanti para korban akan didampingi psikolog untuk membantu menyelesaikan persoalan itu," ujarnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif