Ilustrasi jemput bola penanganan stunting. Foto: ANT/Maulana Surya
Ilustrasi jemput bola penanganan stunting. Foto: ANT/Maulana Surya

Puskesmas di Lahat Jemput Bola Tekan Stunting

Nasional stunting
Gonti Hadi Wibowo • 12 Februari 2020 10:56
Lahat: Angka penderita stunting di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, cukup tinggi, pada 2018, mencapai 88,1 persen.Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat menginstruksikan 33 puskesmas memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, sebagai upaya menekan angka stunting.
 
"Pihak puskesmas dan tim khusus yang kami bentuk akan langsung terjun memberikan makanan tambahan ke lapangan khususnya di perdesaan yang mayoritasnya warganya rawan terkena stunting," kata Kepala Dinkes Lahat Ponco Wibowo, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Ponco mengatakan puskesmas memiliki peranan penting dalam mencegah stunting. Dia menekankan pelayanan puskesmas harus ditingkatkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena stunting ini dapat menghambat pertumbuhan generasi selanjutnya sehingga harus mendapat perhatian yang serius," ungkapnya.
 
Puskesmas di Lahat Jemput Bola Tekan Stunting
Ilustrasi.Petugas Posyandu mengukur lingkar kepala seorang anak di Posyandu Anggrek, Tasikmadu, Malang, Jatim. Foto: ANT/ARI BOWO SUCIPTO
 
Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka stunting di Lahat mencapai 48,1 persen. Angka itu jauh dari tingkat stunting nasional yang hanya 29,9 persen.
 
Pihaknya telah menyiapkan anggaran di tahun ini untuk melakukan penelitian ulang terkait jumlah anak yang terkena stunting di Lahat. Dia belum bisa memastikan angka stunting pada 2019 menurun atau naik.
 
"Sejauh ini kami belum mempunyai riset teknis angka stunting pasti, sehingga kami belum mengetahui pasti apakah angka stunting pada 2019 itu menurun atau tidak," ucap dia.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif