Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Guru SMAN 4 Jayapura Diduga Merundung Siswa

Nasional perundungan
Roylinus Ratumakin • 03 Februari 2020 15:49
Jayapura:Tiga guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Jayapura, Papua, dilaporkan ke Polda Papua. Mereka diduga melakukan perundungan terhadap salah satu siswi berinisial JS.
 
"Seharusnya guru sebagai pendidik dan pengayom anak didiknya, bukan melakukan bullying. Saya sebagai orang tua melaporkan sikap dan perilaku ketiga guru tersebut," kata Theresia Bolly ibu dari JS kepada Medcom.id, Senin, 3 Februari 2020.
 
Theresia mengatakan, perundungan terjadi ketika beredar video mesum yang dilakukan sepasang kekasih. Dia menerangkan, guru itu menyebut perempuan di dalam video itu mirip anaknya (JS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah saya cek, ternyata itu bukan anak saya. Anak saya siap memeriksakan dirinya. Ini sebagai bukti bahwa anak kami tidak melakukan hal tersebut. Saya sudah mendapat video aslinya, muka wanita di video tersebut bukan anak saya," ujarnya.
 
Theresia kecewa dengan sikap guru yang semestinya melindungi anak didiknya, bukan melakukan perundungan.
 
"Kalau pihak guru merasa itu mirip anak saya, kenapa tidak panggil kami sebagai orang tua untuk melakukan klarifikasi. Bukan dengan cara mem-bullying anak kami di depan umum (lingkungan sekolah)," ujarnya.
 
JS mengatakan tiga guru tersebut adalah guru pelajaran geografis, guru pelajaran Bahasa Inggris, dan guru pelajaran Agama.
 
"Saya sudah menjelaskan kepada ibu guru bahwa dalam vidio itu bukan saya. Tetapi ibu guru tetap mengatakan itu saya, Kamu kan yang viral? Kamu masih pacaran dengan orang Biak itu kan?," kata JS menirukan ucapan guru.
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Christian Sohilait mengaku belum menerima informasi terkait pelaporan tiga guru ke Polda Papua. Dia akan mengecek laporan tersebut ke Polda Papua.
 
"Saya tegaskan, kalau itu benar, Polisi silakan proses. Praktik di luar intitusi sedang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Salah satunya (oknum guru) ini," kata Sohilait.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif