Pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Jalur Puncak Bogor Segera Ditutup

Nasional lalu lintas Virus Korona libur panjang Cuti Bersama
Antara • 29 Oktober 2020 13:52
Ciawi: Polres Bogor segera menutup Jalur Puncak di Pos Polisi Gadog, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, jika volume kendaraan menuju Puncak meningkat lebih dari 50 persen dari kondisi normal. Saat ini, volume kendaraan ke Puncak telah mencapai 20 persen.
 
"Ketika dari Gugus Tugas ini menyatakan bahwa di atas sudah melebihi kapasitas 50 persen baru kita laksanakan pemutaran arus (kendaraan)," ungkap Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Lantas Polres Bogor, Iptu Ketut Laswarjana, di Pos Polisi Gadog, Kamis, 29 Oktober 2020.
 
Dia mengaku terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mengenai peningkatan volume kendaraan di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu. Hingga Kamis pagi, tercatat peningkatan sekitar 20 persen volume kendaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini diberlakukan satu arah atau one way ke arah Puncak mulai pukul 08.00 WIB," terangnya.
 
Baca:Arus Kendaraan di Puncak Bogor Meningkat 20% Hari Ini
 
Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menerangkan, kendaraan di Jalur Puncak akan diputar balik saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal itu dilakukan untuk pembatasan wisatawan di tengah pandemi covid-19.
 
"Tujuannya (ke Puncak) juga harus jelas, jangan juga sampai tidak jelas. Insyaallah akan kita putar balik," ucap Ade.
 
Dia menilai, cara tersebut terbilang efektif untuk mengurai kepadatan di jalur penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur. Dia berharap jumlah pengunjung di masing-masing tempat wisata dapat dikendalikan, sesuai protokol kesehata pencegahan covid-19.
 
Ade mengatakan hampir setiap libur panjang, Jalur Puncak dipadati oleh kendaraan berpelat nomor luar Bogor, terutama pelat B (Jakarta). Ia khawatir, kedatangan para wisatawan dari luar daerah secara tak terkendali akan meningkatkan kasus covid-19 di Kabupaten Bogor yang kini berstatus zona oranye covid-19.
 
"Mungkin mereka juga ingin menghirup udara segar, tapi jangan justru menimbulkan penularan dengan cara berkerumun," jelasnya.
 
Baca:Arus Lalu Lintas Menuju Jabar Ramai
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif