Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara. Medcom.id/Amaluddin
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara. Medcom.id/Amaluddin

Perempuan Punya Peran Redam Radikalisme

Nasional radikalisme
Amaluddin • 13 Juli 2019 17:45
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus berupaya menangkal radikalisme di wilayahnya. Salah satunya intensif menggelar silaturrahmi dengan kaum perempuan.
 
"Karena sasaran terorisme tidak lagi kaum pria, namun perempuan dan anak-anak," kata Risma, sapaan akrabnya, dalam acara Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara di Hotel Fairfield Marriot, Surabaya, Sabtu, 13 Juli 2019.
 
Risma mengaku Pemkot Surabaya juga melakukan berbagai kajian Islami di Masjid Balai Kota, Surabaya. Tujuannya untuk menangkal radikalisme dan pemahaman agama yang salah kaprah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Risma berharap forum Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara ini mampu mengembalikan marwah Islam yang ramah. Misalnya, melalui sosialisai kepada Muslimah dan Fatayat Nahdlatul Ulama di berbagai lapisan.
 
"Saya kira ini bagus karena seluruh potensi harus dikerahkan untuk menangkal radikalisme, karena sudah menyerang anak-anak dan perempuan," katanya.
 
Risma optimistis forum silaturrahim Bu Nyai Nusantara mampu membendung derasnya terorisme. Jika seluruh Nusantara bergerak bersatu, kata Risma, tidak akan ada lagi ketakutan terhadap radikalisme.
 
"Makanya kita harus bergerak bersama untuk menyelamatkan generasi Bangsa," kata Risma, sembari membagikan scarf (syal) sutra buatan UMKM Dolly binaan Pemkot Surabaya kepada Bu Nyai dari beberapa pondok pesantren di Indonesia.
 
Ketua Pengurus Wilayah Robithoh Maahid Islamiyah NU Jatim Gus Zaki Hadzik mengatakan silaturrahmi Bu Nyai Nusantara tersebut bertujuan untuk meneguhkan peran dan eksistensi Bu Nyai dalam merespon perkembangan sosial keagamaan di masyarakat.
 
"Kami ingin Bu Nyai muncul membangun frame masyarakat toleran. Sehingga ketika Bu Nyai muncul, peran yang tidak tersentuh Kyai maupun pemerintah bisa tergarap dengan apik dalam satu frame yang indah," kata Gus Zaki.
 
Acara Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara merupakan pertama kalinya digelar. Kegiatan itu diikuti 500 Bu Nyai dari 18 provinsi di Indonesia. "Selanjutnya kita akan melakukan diskusi kecil sambil membuka peluang masuk ke dalam masyarakat," kata Gus Zaki.
 

 


 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif