Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Polisi Tembak Mati Pelaku Curas di Minimarket

Nasional pencurian
Syaikhul Hadi • 14 Juli 2019 15:15
Sidoarjo: Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas menggunakan senjata tajam dan senjata api) di tiga lokasi di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur. Satu pelaku, Adi Hermawan alias Bule, 32, tewas setelah ditembak polisi.
 
Tersangka bule berasal dari Gunungsari, Surabaya. Sementara tersangka lainnya, Tino Santoso Putra, 28, asal Surabaya dan tinggal di kawasan Perum Taman Puspa Sari, desa Kali Pecabean, Candi Sidoarjo.
 
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menuturkan, pengungkapan berawal dari laporan korban yang merupakan pegawai minimarket di tiga lokasi di Sidoarjo yakni Kecamatan Tanggulangin, Taman dan Gedangan Sidoarjo. Selanjutnya, pihak kepolisian menelusuri lebih lanjut berdasarkan CCTV yang ada di minimarket tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berdasarkan CCTV yang ada, ciri-ciri pelaku bernama Tino alias Obong yang merupakan residivis dengan kasus yang sama," ungkap Zain Dwi Nugroho saat merilis tersangka Mapolresta Sidoarjo, Minggu, 14 Juli 2019.
 
Selanjutnya, pada Jumat, 12 Juli 2019 sekitar pukul 22.00 WIB, polisi menangkap Tino di rumahnya di kawasan Perum Taman Puspa Sari, Kecamatan Candi. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya.
 
Kemudianm dari pengakuan Tino terungkap kerap beraksi dengan Bule. Tino mengungkap ke polisi, Bule kerap berada di seputaran Kecamatan Tanggulangin.
 
"Setelah dilakukan upaya penangkapan, ternyata pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menodongkan senjata tajam berupa sangkur," jelasnya.
 
Polisi sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun diabaikan Bule. Petugas langsung menembak dada pelaku, hingga tersungkur.
 
"Pelaku sempat dilarikan ke RS Pusdik Gasum Porong. Namun nyawanya tak berhasil ditolong," tegasnya.
 
Zain menerangkan, pelaku dikenal sadis dalam beraksi lantaran berani melukai korbannya. Aksi seperti ini dinilai sangat meresahkan masyarakat. Sehingga pihak kepolisian harus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku.
 
"Kami ingin menciptakan dan memberikan rasa aman, dan nyaman kepada masyarakat. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali dimasa yang akan datang," tandasnya.
 
Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 365 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun penjara.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif