Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

BPBD Banten Petakan Wilayah Rawan Longsor dan Banjir

Nasional longsor bencana longsor bencana banjir
Hendrik Simorangkir • 09 Desember 2019 14:27
Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memetakan wilayah yang rawan banjir dan longsor. Pemetaan kerawanan tersebut pasca terjadinya longsor di wilayah Lebak.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Juhriyadi, mengatakan potensi bencana banjir hampir merata di wilayah Provinsi Banten. Bahkan, dari keseluruhan wilayah tersebut baru satu kabupaten yang mengalami banjir.
 
"Potensi banjir hampir di seluruh wilayah kabupaten/kota di Banten seperti, Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang, Kota tangerang dan Tangsel. Pada 2019 ini, banjir sudah terjadi di wilayah Lebak," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juhriyadi menambahkan sedangkan untuk daerah potensial longsor terdapat di tiga kabupaten yakni Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.
 
"Karena di wilayah tersebut terdapat pegunungan dan bukit. Kemiringannya pun di atas 15 derajat dan tanahnya tidak memiliki daya ikat kepada pepohonan. Kontur tanah bisa bertahan dengan kuat karena banyak pepohonan," katanya.
 
Juhriyadi menuturkan pihaknya belum mengeluarkan status darurat bencana pasca terjadinya banjir dan longsor di wilayah Lebak. Status tersebut tergantung dari tingkat daruratnya bencana di kabupaten/kota itu sendiri.
 
"Status darurat provinsi tergantung dari status darurat di kabupaten/kota itu sendiri. Semisal tsunami di wilayah Pandeglang, dikarenakan ruang lingkup bencananya luas, korban banyak dan keterbatasan di wilayah itu kurang, maka kabupaten/kota itu kita segerakan terbitkan surat keputusan darurat bencana," jelasnya.
 
Ia menjelaskan pihaknya bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengantisipasi akan adanya cuaca ektrem. Keduanya saling menguatkan dengan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberian pemahaman terhadap masyarakat terkait cuaca ektrem tersebut.
 
"Untuk antisipasi kita selalu share prakiraan cuaca, beberapa wilayah kita sudah melakukan penguatan-penguatan dari segi SDM, pembentukan desa dan kelurahan tanggul bencana untuk mengantisipasi adanya bencana," katanya.
 
Bahkan, ia menambahkan pihaknya bersama BMKG pun telah melakukan sosialisasi ke tiap kecamatan di Banten untuk memasang aplikasi BMKG. Pemasangan aplikasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya bencana.
 
"Aplikasi tersebut untuk mengetahui segala perkembangan kondisi baik cuaca hingga lainnya. Kami melakukan tersebut agar masyarakat dapat dengan mudah menyiapkan diri dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan dari bencana," pungkasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif