Ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto (tengah) dan Kepala Disdikpora Gunung Kidul Bahron Rosyid (kiri). (ANTARA/Dokumen Istimewa)
Ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto (tengah) dan Kepala Disdikpora Gunung Kidul Bahron Rosyid (kiri). (ANTARA/Dokumen Istimewa)

Rekomendasi Pencalonan Adik Ipar Jokowi Terbit Maret

Nasional Pemilu Serentak 2020
Ahmad Mustaqim • 14 Januari 2020 18:14
Gunungkidul: Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai NasDem Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menunggu rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait bakal calon untuk Pilkada Serentak 2020 di Gunungkidul. Adik ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto, disebut sosok yang memungkinkan memperoleh rekomendasi.
 
"(DPP) sudah mengiyakan kalau adik iparnya (Presiden Jokowi), tapi rekomendasinya belum turun. Perkiraannya rekomendasi turun bulan Maret," kata Ketua DPC Partai NasDem Gunungkidul, Suparja, saat dihubungi, Rabu, 14 Januari 2020.
 
Dia mengatakan mantan rektor Universitas Gunungkidul tersebut lebih berpeluang mendapat rekomendasi karena sejumlah hal. Satu pertimbangan penting yakni elektabilitasnya di masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rekomendasi akan diambil berdasarkan survei tertinggi. Dari nama yang kita ajukan, pak Wahyu turun ke masyarakat intensif," ujar Suparja.
 
Selain Wahyu, DPC NasDem Gunungkidul mengajukan nama lain ke DPP partai. Mereka yakni Budi Utama Prasetyo (mantan Ketua DPRD Gunungkidul); Bambang Krisnadi (mantan caleg DPRD DIY); Zuhrif Hudaya (mantan Anggota DPRD DIY); dan Mayor Sunaryanto. Sementara, tiga nama bakal calon wakil bupati yakni Bahron Rasyid (Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul); Suparwoto; dan Dadang Iskandar (pegiat LSM).
 
Suparja mengatakan Wahyu maupun Bahron merupakan dua sosok yang paling intensif turun ke masyarakat. Namun Suparja mengaku tak bisa memastikan hasil rekomendasi dari DPP.
 
"Saya tidak bisa memastikan (hasil rekomendasi) karena bukan wewenang kami. Pak Bahron dan Pak Wahyu memang aktif terjun ke masyarakat untuk meningkatkan elektabilitas dan kapabilitasnya," ungkapnya.
 
Suparja masih merahasiakan soal survei yang dilakukan internal partai. Ia hanya memberikan gambaran survei elektabilitas setiap nama jadi salah satu faktor penentu.
 
"Siapa-siapanya (yang mendapat rekomendasi) urusan DPP. Itu berdasarkan rekomendasi adalah hasil survei. Hasil survei kayak apa jg belum tahu," kata dia.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif