Anggota Satlantas Polres Tanah Laut mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati. (Foto: ANTARA/Firman)
Anggota Satlantas Polres Tanah Laut mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati. (Foto: ANTARA/Firman)

5.753 Rumah dan 19.871 Jiwa Terdampak Banjir di Tanah Laut

Nasional banjir bencana alam bencana banjir
Antara • 14 Januari 2021 23:44
Pelaihari: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mencatat sebanyak 5.753 rumah dan 19.871 jiwa terdampak banjir di daerah itu yang telah berlangsung sejak satu pekan terakhir.
 
"Dari sembilan kecamatan yang terdampak, Kecamatan Bati-Bati kondisinya paling parah dengan 2.218 rumah terendam dan 7.731 jiwa jadi korban banjir," terang Kapolres Tanah Laut, AKBP Cuncun Kurniadi, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Dalam dua hari terakhir, kondisi banjir semakin parah dengan ketinggian air terus bertambah. Tim SAR gabungan bersama relawan pun terus melakukan evakuasi penyelamatan warga yang rumahnya terendam dengan ketinggian bervariasi hingga satu meter lebih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain rumah penduduk, satu jembatan penghubung Kota Pelaihari dan Pabahanan terputus lantaran tergerus banjir dan jalan pun ditutup.
 
Sejak Rabu, 13 Januari 2021, Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati yang merupakan titik perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru juga tertutup akses jalan akibat debit air yang terus meninggi.
 
Baca juga: Bupati Tagih Alokasi Vaksin Covid-19 untuk Bekasi
 
Sedangkan Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang menuju arah Pelaihari, banjir juga semakin tinggi sehingga arus lalu lintas lumpuh total. Termasuk di Kelurahan Angsau di Kecamatan Pelaihari juga terjadi genangan air di jalan raya.
 
"Kami imbau agar warga yang rumahnya terdampak banjir mengikuti anjuran petugas dan relawan untuk mengungsi. Banjir belum ada tanda-tanda surut lantaran hujan yang masih terjadi," kata Cuncun.
 
Polres Tanah Laut bersama tim SAR gabungan dan relawan dibantu tim dari Polda Kalsel juga telah mendirikan dapur umum di beberapa titik serta tenda-tenda darurat bagi warga yang mengungsi ke tempat lebih aman.
 
Sementara Kasat Lantas Polres Tanah Laut AKP M Taufiq Qurahman bersama anggota setiap harinya berpatroli menerjang genangan air guna menyisir warga yang masih terjebak banjir untuk bisa dievakuasi sekaligus menyalurkan bantuan sembako.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif