Tiga tersangka pengedar sabu yang masih memiliki hubungan keluarga. Dokumentasi/ istimewa
Tiga tersangka pengedar sabu yang masih memiliki hubungan keluarga. Dokumentasi/ istimewa

Satu Keluarga di Sumut Ditangkap karena Jual Narkoba

Nasional kasus narkoba
Media Indonesia.com • 24 November 2020 14:05
Labuhanbatu: Tiga orang yang masih hubungan keluarga di Dusun Sungai Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Hulu Tengah, ditangkap karena menjual narkoba. Ketiganya ditangkap Polres Labuhanbatu dalam suatu operasi penggerebekan sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu, 22 November 2020.
 
"Para tersangka dipersangkakan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 Jo 132 ayat 1 undang-undang No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara," kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, saat dikonfirmasi, Selasa, 24 November 2020.
 
Baca: Imbas Libur Panjang, Pasien RS Lapangan Surabaya Meningkat 400%

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan penggerebekan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu, mengarahkan anggotanya ke sebuah rumah di Dusun Sungai Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Hulu Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.
 
Dalam operasi tersebut mereka menangkap tiga orang yang menempati rumah tersebut. Salah satunya adalah Suhardi alias Unying, 37 yang menjadi target operasi. Kemudian Eka Misdar Wati alias Wati, 31, yang merupakan istri dari Unying. Lalu Pandu Prayogo alias Yoyo yang masih berusia 19 tahun.
 
Yoyo adalah adik kandung Unying. Dari Unying petugas menyita 1 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat 6,03 gram, 1 bungkus plastik klip kosong, 2 HP android dan uang tunai senilai Rp230.000. Dari tersangka Wati didapati 3 bungkus plastik klip transparan berisi sabu sebanyak 2 gram dan 1 botol minyak rambut warna hitam.
 
Petugas juga menyita 3 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat 2,71 gram, 1 botol minyak rambut warna biru dan 2 HP android, dari Yoyo.
 
Total barang bukti (BB) sabu yang disita petugas sebanyak 10,74 gram. Adapun BB milik Unying ditemukan petugas di bawah tempat tidur kamarnya. Sedangkan BB milik Yoyo ditemukan di belakang dapur, diselipkan di kandangayam dan BB Wati ditemukan di dekat mesin air di sumur.
 
Setelah diinterogasi Wati dan Yoyo mengaku mendapatkan sabu dari Unying. Sedangkan tersangka Unying mengaku mendapat sabu dari seseorang berinisial B, warga Ajamu, Panai Tengah.
 
Unying mendapat sabu dengan cara memesannya melalu telepon. Namun saat petugas mencoba menghubunginya, nomor tersebut tidak aktif. Dari hasil pemeriksaan, tersangka Unying mengaku sudah tiga bulan melakukan bisnis haram tersebut.
 
Unying juga mengaku dalam menjalankan bisnis haramnya itu ia dibantu Wati dan Yoyo.Lebih lanjut Kapolres mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat yang melaporkan adanya peredaran narkoba di Panai Tengah dan Panai Hulu.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif