Ilustrasi--Tiang listrik tumbang di Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi--Tiang listrik tumbang di Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

BPBD Sumenep Peringatkan Warga Dampak Hujan Lebat dan Angin Kencang

Nasional cuaca ekstrem bencana alam angin kencang
Rahmatullah • 02 Desember 2020 15:14
Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap fenomena hujan lebat disertai angin kencang serta dampak yang bisa ditimbulkan. Hal itu karena saat ini wilayah Sumenep masih berada pada masa musim hujan.
 
"Kondisi alam yang seperti ini masyarakat harus lebih waspada karena beberapa hari terakhir sering hujan deras disertai angin kencang," kata Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi, Rabu, 2 Desember 2020. 
 
Menurut Rahman, fenomena La Nina juga menjadi pemicu terjadinya hujan deras beserta angin kencang. Kondisi ini memang harus lebih diperhatikan untuk menghindari potensi dampak dari bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sesuai prakiraan BMKG yang kita terima memang fenomena La Nina bisa terjadi antara Desember hingg awal 2021, itu puncak musim penghujan di Sumenep," sebutnya. 
 
Baca juga: Pengungsi Gunung Semeru Mulai Kembali ke Rumah
 
Saat ini yang menjadi ancaman ialah terjadinya angin kencang. Karena dapat berimbas terhadap kerusakan bangunan hingga pemicu pohon tumbang. 
 
Ia menuturkan hujan deras beserta angin kencang telah terjadi di sejumlah tempat. Dampak yang ditimbulkan di antanya telahmerusak atap rumah warga, meski masih dalam kategori rusak ringan hingga sedang. 
 
"Ada, kejadian akibat angin kencang bukan karena puting beliung ya. Itu di wilayah Kecamatan Rubaru dan Pasongsongan, rata-rata kerusakan genteng dan juga plafon rumah yang rusah. Tapi rusak ringan hingga sedang," beber dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif