Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

29 Desa di Yogyakarta Terdampak Cuaca Ekstrem

Nasional cuaca ekstrem
Fachri Audhia Hafiez • 05 Januari 2020 03:12
Bantul: Sebanyak 29 desa yang tersebar 15 kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta terdampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang pada Jumat, 3 Januari 2020. Akibatnya sejumlah bencana melanda kawasan itu.
 
Manajer Pengendali Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Aka Luk Luk mengatakan angin kencang dampak cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang di 66 lokasi. Sedangkan, hujan lebat telah menimbulkan tanah longsor di empat lokasi.
 
"Kejadian angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Bantul, Bambanglipuro, Pandak, Pundong, Srandakan, Dlingo dan Kecamatan Jetis menyebabkan pohon tumbang menghalangi jalan dan menimpa rumah," kata Aka di Bantul, seperti melansir Antara, Sabtu, 4 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Objek yang kena pohon tumbang maupun tanah longsor yakni 23 rumah, 22 akses jalan, dan 12 jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kemudian, satu tempat ibadah, dua jaringan Telkom, serta empat bangunan tempat usaha.
 
"Kemudian dampak lain ada satu baliho, satu lampu penerangan jalan umum (PJU), bulak sawah, dua kandang ternak, satu pendopo dan satu kendaraan," ujar Aka.
 
Berdasarkan grafik jumlah lokasi dampak cuaca ekstem dari laman BPBD Bantul, di Kecamatan Dlingo terpusat di empat lokasi, Kretek lima lokasi, Piyungan dua lokasi, Bantul enam lokasi, Pandak dan Bambanglipuro, masing-masing sembilan lokasi, sedangkan Pajangan satu lokasi.
 
Selanjutnya di Kecamatan Pundong, Sedayu, dan Kasihan, masing-masing lima lokasi, Imogiri delapan lokasi, Jetis lima lokasi, Banguntapan dan Sewon, masing-masing dua lokasi, serta Srandakan tiga lokasi.
 
Upaya penanganan yang dilakukan BPBD Bantul yakni, dengan assesment lokasi terdampak, dan mengevakuasi pohon tumbang. Kemudian membuka akses jalan dengan melibatkan potensi BPBD Bantul, Tagana, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), para relawan, TNI-Polri, warga, relawan Code X, dan Satpol PP.
 
"Kemudian ada bantuan logistik untuk rumah yang mengalami kerusakan. Untuk kebutuhan saat ini adalah logistik kerja bakti serta beronjong yang diakibatkan oleh kejadian longsor," pungkas Aka.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif