Kakak Kandung Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman, saat diperiksa Pansus hak angket di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 11 Juli 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Kakak Kandung Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman, saat diperiksa Pansus hak angket di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 11 Juli 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Kakak Wagub Sulsel Bantah Terlibat Titipan Uang ke Gubernur

Nasional pemerintah daerah
Muhammad Syawaluddin • 11 Juli 2019 19:20
Makassar: Andi Sumardi Sulaiman, kakak Kandung Wakil Gubernur Sulsel, membantah pernyataan mantan Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan Jumras. Dia tidak mengenal dua pengusaha yang disebut Jumras datang bersamanya saat meminta proyek.
 
"Saya tidak kenal dua pengusaha itu. Saya datang karena diajak oleh Irfan Jaya (pemilik Barbershop) untuk ngopi bareng," kata Sumardi, dihadapan sidang Pansus hak angket, di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 11 Juli 2019.
 
Sumardi menjelaskan bahwa dirinya ada di Barbershop bersama dengan tiga orang lainnya karena hubungi oleh Irfan Jaya bertemu di Cafe Mama di Jalan Bau Mangga. Hanya saja restoran tempat janjian itu tertutup sehingga dirinya ke Barbershop untuk bertemu dengan Irfan Jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tempat janjian saya (Cafe Mama) tertutup. Jadi, saya ke Barbershop. Di sana sudah ada Irfan Jaya, dua pengusaha, dan Jumras," katanya.
 
Di Barbershop tersebut Sumardi mengaku hanya beberapa menit saja berada di sana. Tidak banyak pembicaraan, dirinya hanya berkenalan dengan dua pengusaha tersebut dan bersalaman. Sebelum dia berlalu pergi karena ingin salat Jumat.
 
"Saya hanya sebentar di situ, saya hanya duduk sebentar lalu berdiri bersalaman lalu pergi. Tidak banyak pembicaraan karena memang saya tidak kenal" jelas Sumardi.
 
Untuk membenarkan bahwa dirinya tidak mengenal kedua pengusaha dan tidak melakukan apa yang dikatakan oleh Jumras, kakak kandung Wakil Gubernur Sulsel tersebut menantang Pansus hak angket DPRD Sulsel mendatangkan dua pengusaha itu.
 
"Kalau memang untuk memperjelas pak. Panggil kedua orang itu (dua pengusaha) dengan Irfan tanya. Kalau saya tidak pulang pak, tuntut saya," pintanya.
 
Sebelumnya, Jumras mengatakan dua pengusaha bersama dengan Kakak Kandung Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yakni Andi Sumardi Sulaiman menemuinya untuk dimintai sejumlah proyek dan ditawari Rp200 juta. Karena, kedua pengusaha itu telah membantu Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman Rp10 miliar saat Pilgub 2018 lalu.
 
"Anggu' (Sapaan Agung Sucipto) bilang ke saya kalau dia memberik bapak (Nurdin Abdullah) Rp10 miliar saat Pilkada. Jadi, mereka meminta dibantu untuk mendapatkan pekerjaan (proyek)," kata Jumras saat sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 9 Juli 2019.
 
Tidak sampai disitu, Jumras yang saat ini tidak memegang jabatan apapun (non job) itu mengatakan bahwa dirinya juga ditawari Rp200 juta agar, Jumras mau memberikan pekerjaan itu kepada dua pengusaha tersebut.
 
Panitia hak angket DPRD Sulsel kepada Gubernur Sulsel dibentuk lantaran adanya dugaan pelanggaran yang terjadi di tubuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akibat dualisme kepemimpinan.
 
Pansus hak angket DPRD Sulsel mencatat sebanyak 30 orang akan dipanggil. Saat ini sudah ada kurang lebih 11 orang yang telah diperiksa oleh Pansus hak angket DPRD Sulsel.
 
Mereka diperiksa terkait mutasi besar-besaran sebanyak 193 orang di Provinsi Sulawesi Selatan, dugaan adanya Korupsi Kolusi, dan Nepotisme serta serapan anggaran yang selama Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman menjabat.
 


 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif