Kepala Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal rycko Amelza Dahniel,
Kepala Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal rycko Amelza Dahniel,

Penyelidikan Kasus Pemadaman Listrik Disebut Rampung

Nasional pln listrik padam
Mustholih • 20 Agustus 2019 17:38
Semarang: Penyelidikan padamnya listrik massal di Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah pada awal Agustus 2019 lalu telah rampung. Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan dari Bareskrim Mabes Polri dengan Polda Jateng.
 
"Saya dapat laporan sudah selesai (penyelidikannya). Hasilnya akan dirilis oleh Bareskrim," kata Kepala Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal rycko Amelza Dahniel, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Namun, Rycko menolak membuka hasil penyelidikan kasus tersebut. Sebab, katanya, kasus itu berada di bawah penyelidikan Bareskrim Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi sebenarnya saya tidak bisa memberikan statemen. Yang akan memberi rilis dari Bareskrim, katanya minggu ini atau minggu depan. yang jelas sudah ada hasilnya," ujar Rycko menegaskan.
 
Baca: Polri Menyelidiki Dugaan Kelalaian Pemadaman Listrik Massal
 
Seperti diketahui, transmisi PLN Ungaran-Pemalang 500 kilovolt mengalami gangguan di Desa Malon, Gunungpati, Semarang, pada Minggu, 4 Agustus 2019. Gangguan ini mengakibatkan pemadaman listrik berjam-jam di Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Pemadaman ini mengakibatkan kerugian mencapai hampir Rp1 triliun.
 
Dalam kasus ini, Rycko menyatakan Polda Jateng sebatas membantu penyelidikan Bareskrim Polri. Penyelidik Polda Jateng diberi tugas menolong korban ledakan transmisi, mengumpulkan saksi, mengambil keterangan, dan mengamankan tempat kejadian perkara. "Itu yang dilakukan. Karena Bareskrim turun, kita melakukan investigasi awal. Lantas investigasi lanjutan oleh gabungan dari Polda Jateng dengan Bareskrim," jelas Rycko.
 
Pada Selasa, 6 Agustus 2019, seorang saksi mata menyatakan sebelum pemadaman Jakarta, Jabar, dan sebagian jateng, ledakan terjadi tiga kali di saluran transmisi 500 KV Ungaran-Pemalang. Dua warga Malon, Muhammad Said dan Usep, mengalami luka-luka akibat terkena sambaran listrik.
 
Saksi mata itu menyatakan sebelum terjadi ledakan, sejumlah warga sedang melakukan kerja bakti di bawah saluran transmisi PLN tersebut. Mereka mengecat jalan dan memasang umbul-umbul untuk memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019.
 
Meski enggan mengungkapkan hasil penyelidikan, Rycko sempat menyatakan PLN kurang memperhatikan pepohonan yang berada di bawah kabel transmisi. "Petugas PLN kurang memperhatikan pohon-pohon yang mulai menjulang tinggi di bawah jaringan transmisi," kata Rycko, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Menurut Ryco, PLN memang punya petugas yang rutin berpatroli memeriksa ketinggian pohon di bawah kabel transmisi. Dia menambahkan saat ledakan terjadi, petugas PLN sedang berada di lokasi kejadian untuk menebang pohon. "Petugasnya sedang ada di situ, sedang memotong pohon. Lalu terjadi lompatan listrik," ujar Rycko menegaskan.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif