Banjir di Jalan Raya Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: ANT/NOVRIAN ARBI
Banjir di Jalan Raya Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: ANT/NOVRIAN ARBI

Bupati Bandung Diminta Memperhatikan Anak Terdampak Banjir

Nasional bencana banjir
Antara • 28 Januari 2020 11:24
Bandung: Bupati Bandung Dadang M Nasser diminta memperhatikan kondisi anak korban banjir. Para anak terdampak banjir diharap tetap bisa bersekolah meski di pengungsian.
 
"Harus ada solusi supaya anak-anak ini tetap mengikuti belajar mengajar. Tempatnya di mana sehingga mereka tetap bisa bersekolah, tidak libur sekolah," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi banjir di Kantor Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, 28 Januari 2020.
 
Uu mengatakan hampir satu pekan anak korban banjir di Kabupaten Bandung tidak bersekolah. Rumah dan sekolah mereka terendam banjir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi harapan kami kepada Pak Bupati Bandung masalah SD dan sekolah lain (yang terendam banjir) diperhatikan terkait proses belajar mengajar. Dicarikan tempat untuk belajar para anak-anak. Terlebih sebentar lagi mau ujian akhir," jelasnya.
 
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, jumlah sekolah terendam banjir di Kabupaten Bandung hingga Selasa pagi menurun. Dari 413 menjadi 28 sekolah.
 
Uu mendatangi sejumlah titik atau lokasi terdampak banjir di Kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, seperti di Kantor Desa Dayeuhkolot, pada Selasa pagi. Kantor Desa Dayeuhkolot ikut terendam banjir pada Kamis, 23 Januari 2020.
 
Sebanyak 300 warga berada di Posko Siaga darurat Banjir, Kecamatan Baleendah, sejak tiga hari lalu. Banjir akibat curah hujan yang tinggi membuat mayoritas warga Baleendah harus bertahan di pengungsian hingga air yang merendam sebagian rumahnya surut.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif