Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Pengusaha Rokok Bantah PHK Massal Imbas Cukai Naik

Nasional industri rokok tembakau
Rhobi Shani • 21 November 2019 15:58
Kudus: Pemerintah memutuskan menaikan cukai rokok sebesar 23 persen per Januari 2020. Atas keputusan itu, Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
 
Ketua PPRK, Agus Sarjono, mengatakan, PHK terhadap buruh bukan akibat kenaikan cukai rokok. Namun karena aturan perusahaan seperti usia pekerja.
 
“Kalau pengurangan sudah biasa, setiap tahun ada. Tetapi lebih pada normatif faktor regulasi tidak terkait dengan kenaikan cukai,” ujar Agus saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 21 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait kenaikan cukai, kata Agus, pengusaha rokok akan melakukan penyesuaian harga jual. Karena harga cukai menjadi komponen biaya produksi, sehingga harga pokok produk menjadi naik.
 
“Kalau sudah menjadi ketentuan seperti itu kami tidak akan membantah. Yang namanya pengusaha tentu tidak ingin usahanya bangkrut. Kenaikan harga tentu akan menyesuaikan kenaikan cukai,” kata dia.
 
Agus mengaku tak keberatan dengan kenaikan cukai rokok. Hanya saja ia meminta pemerintah lebih intens melakukan penindakan terhadap rokok ilegal. Sebab naiknya cukai diprediksi akan mendongkrak produksi rokok ilegal itu.
 
“Pasti ada celah yang ditinggalkan, yaitu segmen terendah. Konsekuensinya ada di pemerintah, yaitu penegakan hukum. Agar segmen terbawah itu tidak diisi mereka dan kami tidak kehilangan pasar,” tandasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif