Tanah Longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Tanah Longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

PVMBG: Bogor Rawan Longsor

Nasional longsor bencana longsor bencana banjir
Rizky Dewantara • 16 Januari 2020 18:38
Bogor: Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani memperingatkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bogor untuk mengantisipasi potensi longsor susulan akibat pergerakan tanah.
 
"Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, gerakan tanah tahap pertama di Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Sukajaya secara umum longsor terjadi karena interaksi kondisi geologi dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi," jelas Kasbani dari keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Kasbani pun menyatakan, karena kondisi cuaca dengan curah hujan yang berpotensi cukup tinggi hingga beberapa bulan ke depan. Pihaknya merekomendasikan agar penduduk yang bermukim di bawah longsoran untuk mengungsi ke tempat yang aman dari ancaman longsor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Segera dilakukan normalisasi jalan dan pembersihan material longsoran. Aktivitas warga harus memperhatikan keadaan cuaca dan keselamatan, jika turun hujan agar segera dihentikan," bebernya.
 
Menurut dia, pada saat hujan potensi longsoran susulan masih tinggi sehingga antrean kendaraan di bawah material dan aktivitas pembukaan jalan harus dihindari.
 
"Hindari aktivitas pada alur sungai dan alur sungai musiman. Diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan," tegas dia.
 
Kasbani juga memaparkan, mekanisme terjadinya gerakan tanah dikontrol oleh interaksi kondisi geologi dengan sifat tanah pelapukan yang poros dan mudah luruh jika terkena air.
 
"Ditambah curah hujan tinggi yang mencapai 301,6 mm mengakibatkan peresapan air menjadi sangat cepat ke dalam tanah sehingga terjadi perubahan tekanan air pori dan berkurangnya kestabilan lereng," jelasnya.
 
Lebih lanjut, dengan kondisi tersebut ditambah dengan kemiringan yang terjal sampai sangat terjal, mengakibatkan tanah mudah untuk bergerak ke luar lereng dengan bidang gelincir pada kontak dengan batuan dasar yang kedap air yang telah jenuh air.
 
"Seperti di kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor material longsoran yang bergerak ke luar lereng melanda permukiman yang berada pada lembah di bawahnya. Longsoran bercampur dengan aliran air permukaan dan mengalir yang bermuara di sungai Cidurian," tutupnya. (Rizky Dewantara)
 


 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif