Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit di Swiss Belhotel, Kuta, Bali, Kamis malam, 28 November 2019.
Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit di Swiss Belhotel, Kuta, Bali, Kamis malam, 28 November 2019.

KSPSI Minta Buruh Tingkatkan Kemampuan Berorganisasi

Nasional buruh
Deny Irwanto • 29 November 2019 08:20
Bali: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta buruh menguatkan kapasitas berorganisasi lewat pendidikan kilat (diklat) rutin yang diselenggarakan lembaga. Buruh dituntut tetap solid mengawal dan memperjuangkan hak-hak para pekerja.
 
"Yang jauh lebih penting para buruh dapat tetap solid memperjuangkan hak-haknya. Dengan begitu diharapkan dapat memberi penguatan eksistensi terhadap perjuangan buruh,” kata Andi di sela penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit di Swiss Belhotel, Kuta, Bali, Kamis malam, 28 November 2019.
 
Pimpinan ASEAN Trade Union Council (ATUC) yang memayungi konfederasi-konfederasi buruh se-ASEAN ini meminta agar buruh terus belajar dan meningkatkan kemampuan berorganisasi. Keberadaan organisasi ini bisa menjadi sarana penyampaian aspirasi dan suara kaum buruh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gani juga berharap pengurus baru yang terpilih dalam Munas yakni Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit KSPSI, Roy Jinto, Sekretaris Umum Popon, Ketua Dewan Penasihat, Nurdin Singadimeja, dan Ketua Dewan, Hermanto Ahmad, dapat membangun organisasi serikat pekerja yang tangguh, militan, profesional dan mandiri.
 
Di sisi lain, Gani juga emngungkapkan alasannya menolaka ditunjuk sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, padahal kalangan buruh sangat berharap ada perwakilan suara buruh di pemerintahan agar dapat menyelesaikan masalah-masalah perburuhan.
 
"Saya lebih baik fokus dan memilih jalan perjuangan di KSPSI ini, karena jika saya memilih jadi Wakil Menteri Tenaga Kerja, kewenangannya juga sangat terbatas," pungkas Gani.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif