Ilustrasi ASN. Foto: Medcom.id/Farhan D
Ilustrasi ASN. Foto: Medcom.id/Farhan D

Banten Sudah Pikirkan Pemangkasan Kepangkatan PNS Sejak Lama

Nasional pns ASN
Hendrik Simorangkir • 24 Oktober 2019 16:49
Tangerang: Presiden Joko Widodo akan memangkas sistem kepangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Komarudin menyatakan Pemprov Banten sudah lebih dulu merencanakan hal tersebut.
 
"Kita sudah lebih dulu. Sekarang tinggal mempersiapkan peraturan daerah (Perda), sambil menunggu perubahan Perda Banten tentang susunan organisasi dan tata kerja (SOTK). Tapi menunggu dulu yang pusat," kata Komarudin saat dikonfirmasi Medcom.id, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Komarudin menjelaskan perampingan yang dimaksud Presiden Joko Widodo yakni memangkas jumlah eselon dengan meniadakan eselon III atau sekelas kepala bidang (Kabid) dan eselon IV atau kepala seksi (Kasi).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kabid dan Kasi dalam Undang-undang aparatur sipil negara (ASN) tahun 2014, sebetulnya bukan lagi jabatan eselon, tapi pegawai administrator dan pengawas.
 
"Sebenarnya eselon III yang diduduki Kabid dan IV oleh Kasi, kalau di Undang-Undang ASN itu namanya bukan Kabid dan Kasi, tapi administrator dan pengawas. Nantinya akan kita pangkas," beber Komarudin.
 
Dengan pemangkasan tersebut, Komarudin berharap akan membuat rantai pengambilan keputusan menjadi lebih ringkas. Menurut Komarudin jumlah eselon yang saat ini mencapai empat level itu membuat pengambilan keputusan lebih lambat.
 
"Dengan begitu, ketika ada pengambilan kebijakan, langsung kepada pejabat eselon I dan II," beber Komarudin.
 
Komarudin menambahkan adanya rencana perampingan jabatan struktural tersebut, pihaknya mengaku sudah lebih dulu memetakannya, agar nantinya pejabat di lingkungan Pemprov Banten tidak ada lagi pejabat dengan eselon III dan IV.
 
"Sudah dari kemarin-kemarin kita mulai petakan dan susun bersama Biro Organisasi. Kabid dan Kasi hanya akan menjadi pegawai biasa sebagai petugas administrator dan pengawas," pungkas Komarudin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif