Warga Jepara menggelar Salat Istiska di alun –alun Jepara, Jawa Tengah, Minggu, 27 Oktober 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani
Warga Jepara menggelar Salat Istiska di alun –alun Jepara, Jawa Tengah, Minggu, 27 Oktober 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani

Warga Jepara Salat Istiska untuk Meminta Hujan

Nasional kemarau dan kekeringan
Rhobi Shani • 27 Oktober 2019 17:00
Jepara: Ratusan warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar salat istiska di alun-alun Jepara untuk meminta hujan lantaran kekeringan kian meluas. Tercatat sebanyak 25 desa mengalami krisis air bersih.
 
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan untuk mengatasi krisis air bersih tidak cukup dengan penyaluran air bersih. Usaha lain juga harus dilakukan, salah satunya yaitu yang dilakukan salat istiska.
 
"Saya sangat meyakini bahwa yang hadir berniat baik, tidak hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang banyak," kata Dian usai salat Istiska di Jepara, Minggu, 27 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dian mengatakan yang saat ini melanda Kabupaten Jepara adalah hikmah dari apa yang dilakukan warganya di waktu lampau. Itu seperti abai akan lingkungan, misalnya menebang pohon sembarangan sehingga sumber-sumber air berkurang.
 
"Jadi mari kita bertaubat. Kami juga mohon maaf kepada masyarakat kalua ada pasokan yang kurang, bukan karena (Pemkab) kurang gesit, tapi memang sumber-sumber airnya tidak ada. Untuk itu kami mohon kepada masyarakat untuk segera memberikan laporan kalau ada yang mengalami kekeringan," jelas Dian.
 
Sementara seorang warga bernama Kumaidi, mengatakan hujan tidak turun di Bumi Kartini sejak delapan bulan lalu. Saat ini mestinya hujan sudah mengguyur Kota Ukir.
 
"Ini tadi salat minta hujan, karena beberapa wilayah di Jepara sudah kekeringan, utamanya wilayah selatan dan utara," jelas Kumaidi.
 
Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jepara, Mashudi, dalam khotbahnya mengajak masyarakat Jepara untuk bertaubat. Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Jepara saat ini, merupakan bentuk azab dari Tuhan.
 
"Mari kita bertaubat untuki tidak merusak lingkungan agar bencana kekeringan ini segera berakhir," ungkap Mashudi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif