Ilustrasi. Kabut asap akibat karhutla di Muara Sabak Barat, Tanjungjabung Timur, Jambi, Rabu, 9 Oktober 2019 terpantau bertambah pekat menyelimuti kawasan permukiman. Antara Foto/Wahdi Septiawan
Ilustrasi. Kabut asap akibat karhutla di Muara Sabak Barat, Tanjungjabung Timur, Jambi, Rabu, 9 Oktober 2019 terpantau bertambah pekat menyelimuti kawasan permukiman. Antara Foto/Wahdi Septiawan

Jambi Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat

Nasional kabut asap Kebakaran Lahan dan Hutan
Medcom • 13 Oktober 2019 10:03
Jambi: Kabut asap pekat kembal menyelimuti kawasan Jambi. Kabut asap merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi Ardi mengatakan, titik panas yang terdeteksi berada di bagian tenggara dan timur dari Kota Jambi. Sementara, arah angin yang dari timur tenggara membuat kota terdampak asap Karhutla.
 
"Hujan yang turun kemungkinan hanya membasahi bagian atas, namun tidak sampai ke gambut bagian bawah," kata Ardi di Jambi melansir Antara, Minggu, 13 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data yang dipublikasi pemerintah Kota Jambi, hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menggunakan alat pengukur kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Sabtu, 12 Oktober 2019, pukul 06.30 WIB, nilai konsentrasi parameter partikulat PM 2.5 sampai 630, di atas baku mutu. Artinya kualitas udara Kota Jambi masuk kategori berbahaya.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Jambi, Nazhar mengakui, di daerah itu masih terdapat sejumlah lahan yang terbakar. Tapi, kabut asap yang terjadi di kabupaten itu merupakan asap kiriman dari Provinsi Sumatra Selatan.
 
"Kabut asap di daerah kita itu kiriman dari Provinsi Sumatra Selatan," kata Nazhar. (Syahrum Latupono)
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif