Helikopter
Helikopter "water bombing" melakukan pemadaman dari udara di lahan gambut yang terbakar, perbatasan Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur, Jambi, Minggu (1/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Kalteng Pertimbangkan Rekayasa Cuaca untuk Padamkan Karhutla

Nasional kemarau dan kekeringan
Antara • 03 September 2019 16:33
Palangka Raya: Pemerintah Kalimantan Tengah masih mempertimbangkan penggunaan teknologi rekayasa cuaca untuk meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
 
Sekertaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri mengatakan hal tersebut akan dibahas pada rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada Rabu, 4 September 2019.
 
"Nanti kami akan lihat perkembangannya. Jika hasilnya menyatakan penanganan karhutla perlu peningkatan, maka kami akan coba mengusulkan penambahan helikopter dan kalau perlu juga diusulkan rekayasa cuaca," kata Fahrizal di Palangka Raya, Selasa, 3 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fahrizal menjelaskan penambahan helikopter ditujukan untuk operasi udara pengeboman air (Waterbooming) di area karhutla yang sulit dijangkau lewat darat. Penerapan teknologi modifikasi cuaca ditujukan untuk memicu hujan untuk meredakan kebakaran.
 
Di Kalimantan Tengah kebakaran hutan dan lahan antara lain terjadi di Palangka Raya dan Pulang Pisau yang memang memiliki kawasan gambut cukup banyak. Dalam upaya mencegah dan mengendalikan karhutla, Fahrizal mengatakan, Pemerintah Provinsi juga sudah mengintruksikan pengintensifan patroli dan pelibatan instansi lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
 
Fahrizal melanjutkan surat edaran sudah dikirimkan ke organisasi-organisasi perangkat daerah untuk mengirimkan personel guna mendukung penanggulangan karhutla.
 
"Nanti Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD lah yang bertugas melakukan pengaturan terhadap petugas yang dikirimkan masing-masing OPD. Semua ini kami lakukan agar penanganan dilakukan secara maksimal dan karhutla segera berakhir," pungkas Fahrizal. (Syahrum Latupono)
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif