Menparekraf Sandiaga Uno memberikan sertifikat I Do Care pada pelaku pariwisata yang telah menerapkan CHSE. Antara/Fikri Yusuf
Menparekraf Sandiaga Uno memberikan sertifikat I Do Care pada pelaku pariwisata yang telah menerapkan CHSE. Antara/Fikri Yusuf

Sandiaga Sebut Sertifikasi CHSE Bersifat Sukarela Tidak Wajib

Nasional pariwisata indonesia Sandiaga Uno Kemenparekraf
Whisnu Mardiansyah • 06 Oktober 2021 09:44
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) tidak wajib untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini menyusul keberatan yang diajukan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). 
 
Sebelumnya, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan kewajiban sertifikasi CHSE kontra produktif dengan upaya untuk bangkit dari pandemi. Pasalnya, pengelola usaha pariwisata keberatan karena biaya sertifikasi yang tidak murah. 
 
“Kita yakinkan bahwa tidak ada arahan bahwa sertifikasi CHSE itu mandatori. CHSE itu sifatnya voluntary atau sukarela sesuai dengan inisiatif dari penyelenggara pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga saat kunjungan ke Jayapura, Rabu, 6 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sandiaga menyebut, sertifikasi CHSE akan menjadi gold standard berfungsi untuk memberikan jaminan pada masyarakat. Ini meyakinkan wisatawan dan pengunjung jika 
produk dan pelayanan yang diberikan telah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
 
Baca: Bali Siapkan 35 Hotel Mewah untuk Karantina Turis
 
Hingga akhir minggu ketiga September lalu, Kemenparekraf sudah menerbitkan kurang lebih 10 ribu sertifikat CHSE. Sandiaga berharap semakin banyak pelaku industri mendaftar untuk mendapat sertifikat tersebut.
 
“Kita pastikan standar CHSE ini akan menjadi gold standard yang sama-sama kita adopsi. Baik pemerintah maupun industri, sehingga pariwisata akan semakin berkelanjutan,” kata Sandiaga.
 
Usaha pariwsisata yang memerlukan sertifikasi CHSE di antaranya usaha kawasan pariwisata,  jasa transportasi wisata, hotel, homestay/pondok wisata, restoran, rumah makan, dan MICE (meetings, incentives, conferences and exhibitions)
 
Pelaksanaan sertifikasi dilaksanakan oleh auditor dari Lembaga Sertifikasi. Sertifkasi CHSE rencananya akan dijadikan kewajiban bagi mereka yang bergerak di bidang pariwisata. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif