lustrasi. Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 28 April 2020. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
lustrasi. Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 28 April 2020. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

10 Makam dengan Protokol Covid-19 di Bandung Dibongkar

Nasional Virus Korona pemakaman
Antara • 02 Juli 2020 14:03
Bandung: Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung mencatat sekitar 10 makam dengan proses pemakaman covid-19 dibongkar kembali. Jenazah dari tiap makam telah dipindahkan.
 
Sekretaris Distaru Kota Bandung, Agus Hidayat, mengatakan jenazah yang dipindahkan sudah dipastikan negatif covid-19. Karena, kata dia, sejumlah hasil swab tes keluar setelah pasien meninggal.
 
"Ada beberapa juga yang oleh keluarganya ditarik lagi (dipindahkan), jadi mungkin pas meninggalnya dicek dan hasilnya negatif, terus digali lagi," kata Agus di Balai Kota Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan jenazah itu diminta oleh ahli waris agar dimakamkan di tempat yang sesuai keinginan keluarga. Dia memastikan hal tersebut diizinkan selama jenazah yang bersangkutan dipastikan negatif covid-19.
 
"Ada yang dipindahkan ke Subang, ke Sumedang, jadi itu dipindah setelah ketahuan hasilnya negatif," jelasnya.
 
Baca:Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Sisa 9
 
Dia menjelaskan 10 jenazah itu sebelumnya masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) saat meninggal. Ketentuannya, bila ada PDP meninggal tetap dilakukan pemakaman sesuai protokol covid-19.
 
Kota Bandung menyediakan satu blok khusus di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut untuk pemakaman dengan protokol covid-19. Sebanyak 70 jenazah telah dimakamkan sesuai protokol covid-19 di TPU Cikadut.
 
Dia memastikan seluruh jenazah yang dimakamkan dengan protokol covid-19 dibebaskan biaya awal pemakaman. Namun, para ahli waris tetap membayar biaya retribusi makam.
 
"Jadi bebas pembayaran awal, kalau retribusi kan harus dicatat juga nanti, tahun depan mulai berlaku," katanya.
 
Dia mengaku agak kesulitan mencari ahli waris jenazah yang dimakamkan dengan protokol covid-19. Karena jenazah tersebut langsung dimakamkan setelah dinyatakan meninggal.
 
"Kalau jenazah biasa kan menempuh pencatatan, siapa ahli warisnya, baru dimakamkan. Tapi kalau yang covid-19, dari rumah sakit itu langsung dimakamkan. Jadi kita harus mencari datanya," terangnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif