Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Jalan Ijen Malang Ditutup Imbas Physical Distancing

Nasional Virus Korona
Daviq Umar Al Faruq • 29 Maret 2020 03:20
Malang: Polresta Malang Kota, Jawa Timur, memberlakukan kawasan tertib physical distancing atau jaga jarak secara fisik di Jalan Ijen. Hal ini sebagai upaya mencegah penularan virus korona (covid-19) yang lebih luas.
 
Kapolresta Malang Kota, Komisaris Besar (Kombes) Leonardus Simarmata mengatakan penetapan zona physical distancing di Kota Malang untuk melengkapi kebijakan work from home (WFH). Kebijakan ini juga untuk memperkuat upaya social distancing.
 
"Ini langkah yang ketiga dan ini jelas menukik hubungan orang per orang," kata Leonardus, Sabtu 28 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksanaan kawasan tertib physical distancing di Jalan Ijen dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu sebanyak dua kali. Kebijakan ini berlaku pukul 19.00 WIB sampai 23.00 WIB dan pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.
 
Jalan Ijen dipilih untuk menjadi zona percontohan. Selanjutnya, Polresta Malang Kota bakal menerapkan kawasan tertib physical distancing di Jalan Soekarno Hatta.
 
"Pastinya akan kita jaga, tidak ada mobilitas orang, mobil atau pun roda dua. Pengiriman barang akan berhenti di batas yang ditentukan, dan selanjutnya ke rumah hunian akan dibawakan serta diantar petugas," jelas dia.
 
Polresta Malang Kota juga berencana menerapkan kawasan tertib physical distancing di kawasan perumahan dan perkampungan. Ada 10 perumahan yang dijadikan proyek percontohan, di antaranya Perumahan Ijen Nirwana, Perumahan Araya, dan Perumahan Permata Jingga.
 
"Kita bikin one gate sistem dan kita tutup jalan-jalan tikus yang masuk. Saya minta kita edukasi bersama. Sadar akan banyak pertanyaan, namun harus kita lakukan bersama untuk keselamatan kita semua," jelas dia.
 
Jalan Ijen Malang Ditutup Imbas <i>Physical Distancing</i>
Jalan Ijen, Malang, Jatim, ditutup untuk memperkuat physical distancing terkait virus korona (covid-19), Sabtu, 28 Maret 2020. Foto: Istimewa
 
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan angka kasus covid-19 di Kota Malang terus bergerak. Dia menekankan virus ini bisa menerpa siapa saja. Dia pun mendukung langkah penetapan jalan serta kawasan perumahan untuk dijadikan sasaran physical distancing.
 
"Ini merupakan bagian dari langkah memutus mata rantai sebaran covid-19. Ini juga dipicu oleh masih saja ada publik yang belum terbangun kesadaran akan bahaya virus korona, sementara fluktuasi angka amat sangat mengkhawatirkan. Semua yang dilakukan pemerintah pusat hingga daerah, untuk berkeinginan menyudahi secepatnya," jelas Sutiaji.

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif