Otak Pembakar Satu Keluarga di Makassar Tewas Diduga Bunuh Diri

Andi Aan Pranata 22 Oktober 2018 15:51 WIB
kebakaran rumahkasus narkoba
Otak Pembakar Satu Keluarga di Makassar Tewas Diduga Bunuh Diri
ilustrasi Medcom.id
Makassar: Akbar alias Ampuh, 32, narapidana kasus narkotika dan tersangka pembunuhan satu keluarga di Makassar, ditemukan tewas Senin 22 Oktober 2018 pagi. Petugas Klas I Makassar, Sulawesi Selatan, menemukannya sudah tak bernyawa di ruang isolasi, saat pengecekan rutin sekitar pukul 9.00 Wita.

Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Makassar yang dihubungi oleh pihak Lapas, menyebut jasad Akbar dalam keadaan terlilit rantai borgol. Dugaan sementara, lelaki itu meninggal karena bunuh diri. Mayat telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diautopsi. 

“Kita tunggu hasil visum,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono.


Baca: Perintah Bakar dari Balik Jeruji

Wirdhanto mengatakan, Akbar ditempatkan di ruang isolasi bersama Iwan Lili, napi lain dengan kasus yang sama. Iwan mengaku baru mengetahui kematian rekannya saat dibangunkan petugas untuk sarapan. Sedangkan menurut keterangan Iwan kepada polisi, rekannya itu diduga punya beban psikologis karena berbagai persoalan yang dialaminya. 

“Diduga bunuh diri dengan rantai borgol. Borgol sesuai dengan prosedur SOP dalam ruang isolasi. Perkembangan lebih lanjut akan diinfokan nanti,” kata Wirdhanto.

Baca: Tewaskan Satu Keluarga, Kebakaran di Makassar Gara-gara Utang Narkoba

Kepala Lapas Klas I Makassar Budi Sarwono menyerahkan kepada polisi untuk menyelidiki kematian Akbar. Menurut laporan stafnya, napi tersebut sudah meninggal saat hendak dibangunkan.

Budi mengungkapkan, Akbar menempati ruang isolasi buatan di Lapas. Ruangan berada di blok I1, yang biasanya ditempati napi kasus tipikor. Dia membenarkan napi dalam kondisi diborgol.

“Sejak kembali, memang dia langsung diisolasi karena pengaruhnya sangat luar biasa. Juga karena berbagai pelanggaran. Ditaruh di situ supaya petugas bisa lebih mengawasi,” ujarnya.

Baca: Reka Ulang Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Sempat Terkendala

Akbar, selain napi kasus narkotika, diketahui sebagai tersangka pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di jalan Tinumbu Makassar, 6 Agustus lalu. Dari Lapas, dia memerintahkan eksekutor membakar rumah korban. Pembakaran didasari masalah piutang transaksi narkoba. Salah satu korban disebut berhutang senilai Rp29 juta.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id