Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Tidak Betah di Pesantren, 2 Santriwati Buat Laporan Palsu Jadi Korban Penculikan

Nasional Penculikan hoax jawa tengah Pondok Pesantren
Antara • 26 Januari 2022 12:37
Banyumas: Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Banyumas, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kebohongan dua santriwati yang mengaku sebagai korban penculikan dan pemerkosaan.
 
"Dua santriwati tersebut berinisial H, 14, dan R, 14. Terungkapnya kasus itu berawal dari pengaduan keluarga mereka ke Polsek Wangon," kata Kepala Polresta Banyumas,  Kombes Edy Suranta Sitepu, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Menurut dia, pihak keluarga mengadukan santriwati yang berasal dari Subang, Jawa Barat, dan Cakung, Jakarta Timur, itu menjadi korban penculikan dan pemerkosaan yang dibuang di wilayah Kecamatan Wangon, Banyumas, pada Jumat, 21 Januari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


H dan R merupakan santriwati salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kebasen, Banyumas, yang mengaku diculik saat sedang membeli jajanan di belakang pesantren pada Kamis, 20 Januari dan keesokan harinya mereka dibuang di wilayah Wangon.
 
"Atas dasar pengaduan itu, kami langsung melakukan penyelidikan," katanya.
 
Baca: Pensiunan TNI di Ponorogo Ditemukan Tewas Terkapar di Tepi Sungai
 
Berry mengatakan penyelidikan itu diawali dengan mendalami pengakuan kedua santriwati itu.
Saat pendalaman dan konseling oleh Kepala Unit PPA, Ipda Metri Zul Utami, kata dia, H dan R akhirnya mengakui mereka bukan korban penculikan melainkan kabur dari pesantren karena tidak betah.
 
"Mereka yang menjadi santriwati sejak Juli 2021 itu mengaku tidak betah di pesantren, sehingga kabur dari pintu belakang pesantren pada hari Kamis, pukul 10.00 WIB. Selanjutnya mereka naik bus menuju Wangon," katanya.
 
Ia mengatakan berdasarkan hasil konseling tersebut, dapat dipastikan kabar penculikan dan perkosaan dua santriwati merupakan berita bohong.
 
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya menyerahkan permasalahan dua santriwati itu kepada keluarga dengan pertimbangan keduanya masih di bawah umur.
 
"Saat ini, dua santriwati tersebut masih bersama orangtua atau keluarga. Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan konseling dan pemeriksaan psikologi oleh psikolog dari UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Banyumas," katanya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif