Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa timur, dibongkar polisi, Jumat, 23 Oktober 2020.
Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa timur, dibongkar polisi, Jumat, 23 Oktober 2020.

Hasil Autopsi Korban Pembunuhan Bocah SD, Leher Nyaris Patah

Nasional penganiayaan pembunuhan
Amir Zakky • 24 Oktober 2020 19:22
Jombang: Kasus pembunuhan dengan korban Muhammad Alfian Rizky Pratama 12, bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), asal Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menemui titik terang. Dari hasil outopsi, polisi menemukan ada tanda kekerasan pada tubuh korban, terutama di bagian leher.
 
“Hasil autopsi yang didapat ada luka di bagian dahi, bagian dagu, serta bagian leher korban juga nyaris patah,” terang Kasatreskirm Polres Jombang, AKP Cristian Kosasih, di Mapolres Jombang, Sabtu 24 Oktober 2020.
 
Cristian menjelaskan, selain luka di bagian leher, tim Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri juga menemukan pasir di dalam paru-paru korban. Dari temuan itu, kuat dugaan korban tewas saat berada didasar sungai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini bisa menjadi petunjuk jika korban saat masuk ke dalam sungai masih dalam keadaan hidup,” jelasnya.
 
Baca:Gim Daring Jadi Motif Pembunuhan Bocah SD di Jombang
 
Polisi sudah menetapkan satu orang tersangka, yakni AHR 16, yang merupakan teman korban. Polisi menjerat AHR dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
 
Motif pembunuhan takni perihal akun gim daring yang dijual korban ke pelaku senilain Rp200 ribu. Tersangka diduga tersulut emosi pada korban karena akun gim yang dijual merupakan akun bersama.
 
“Akun game ini dipegang korban, sama korban password game itu dirubah. Tersangka ini tidak tahu dan tambah kecewa saat korban meminta akun itu dibayar sebesar 200 ribu. Oleh tersangka, akun tersebut kemudian dibayar dengan cara meminjam uang pada saksi, MA,17,” tambah Cristian.
 
Barang bukti yang sudah disita yakni, uang Rp 200 ribu di saku korban dan sepeda motor matik milik saksi MA. Sepeda motor itu dipakai tersangka menjemput korban dari rumah menuju TKP sungai wisata Desa Klitih, Kecamatan Plandaaan.
 
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan psikologis. Pemeriskaan ini bagian dari pertimbangan kami karena mengingat usia tersangka masih anak-anak,” tukasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif