ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Belasan Santri di Surabaya Diduga Tertular Covid-19 Temannya Asal Bangkalan

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 Satu Tahun Covid-19
Clicks.id • 10 Juni 2021 23:25
Surabaya: Sebanyak 14 santri di pondok pesantren (ponpes) Surabaya, Jawa Timur, dinyatakan positif covid-19. Para santri diduga tertular temannya yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura.
 
Penanggungjawab RSLI dr Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, 14 santri yang diketahui positif covid-19 bermula dari dua santri asal Madura yang terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu. Keduanya lantas dilakukan tes swab antigen dan hasilnya positif covid-19.
 
"Dua santri itu dinyatakan positif terinfeksi covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR. Kemudian Satgas Covid-19 melakukan pelacakan terhadap seluruh santri di pesantren tersebut," katanya, Kamis, 10 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah terkonfirmasi positif, petugas melakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok. Hasilnya, 14 santri dinyatakan positif covid-19.
 
Baca: Covid-19 di Kabupaten Kudus Tembus 10.063 Kasus
 
Meski begitu, Nalendra tak mengungkap dari pesantren mana saja mereka berasal. Kini, 14 santri tersebut dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.
 
"CT Value dari 14 orang tersebut berada di bawah angka 25. Untuk itu supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak," ucapnya.
 
Dia menambahkan, sejak 6 Juni 2021, RSLI sudah menerima hasil penyekatan Suramadu maupun kiriman dari Bangkalan. Total yang sudah masuk dari klaster Madura tercatat 82 orang, terdiri atas 58 laki-laki dan 24 perempuan.
 
"Dari jumlah itu, ada 10 orang nilai CT valuenya antara 25-35. Sedang CT Value di bawah 25 sebanyak 65 orang," katanya.
 
Baca: TNI Polri Diminta Perkuat PPKM Mikro di Lamongan
 
Mengantisipasi adanya varian baru, pihaknya terus mengirimkan sampel untuk pasien yang patut diduga terpapar varian baru. "Hal ini agar bisa mendapatkan konfirmasi dan validasi dari yang berwenang yaitu ITD dan Balitbangkes Jakarta pusat,” jelasnya.
 
Dia menyatakan, daya tampung RSLI sebanyak 400 tempat tidur. Saat ini terisi 226 pasien sehingga masih ada tersisa 174. Jika pasien mencapai 300-an, sesuai ketentuan WHO dianggap penuh atau 70 persen kapasitas bed.
 
"Kami juga sudah membantu meminjamkan 50 bed untuk tindak lanjut penanganan kasus bangkalan dan penyekatan Suramadu,” jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif