NEWSTICKER
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah. Antara/Anis Efizudin
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah. Antara/Anis Efizudin

Kasus DBD di Kulon Progo Meningkat dalam Tiga Tahun

Nasional demam berdarah
Ahmad Mustaqim • 20 Maret 2020 10:57
Kulon Progo: Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat adanya kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD di Kulon Progo pada 2017 tercatat 79 kasus, pada 2018 tercatat 109 kasus, dan pada 2019 meningkat 259 kasus.
 
"Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam pemberantasan sarang nyamuk atau 3M. Minimal dilakukan sekali dalam seminggu," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinnas Kesehatan Kulon Progo, Baning Rahayujati, saat dihubungi, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Baning menjelaskan jumlah warga Kulon Progo yang terjangkit DBD selama 2020 sudah mencapai 80 orang. Kasus DBD ini tersebar di seluruh kecamatan di Kulon Progo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan kasus DBD ini salah satunya dipicu kondisi musim hujan sehingga terjadi banyak genangan. Meski ada puluhan kasus, Baning menyebut belum ada laporan warga meninggal akibat DBD.
 
"Kami harapannya masyarakat tetap waspada. Meski DBD bisa sembuh sendiri, tapi ada risiko yang mungkin tak diinginkan," jelas Baning.
 
Menurut Baning harus ada upaya konsisten untuk bisa menekan kasus DBD.
Sementara Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami, menyatakan pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk memimalisasi kasus DBD.
 
Langkah yang dilakukan dengan pengasapan atau fogging di sejumlah lokasi yang dinilai kerap terjadi kasus. "Fogging dilakukan area Kecamatan Galur, Wates, Temon, dan Lendah," kata Sri.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif