Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

500 Ton Beras di Bulog Kepri Tidak Layak Konsumsi

Nasional beras bulog
Antara • 07 Desember 2019 17:03
Tanjungpinang: Sebanyak 500 ton beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dinyatakan tidak layak konsumsi. Beras tak layak konsumsi itu telah melebihi batas maksimum penyimpanan selama empat bulan.
 
Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Edison, mengaku beras turun mutu tersebut masih tersimpan di gudang Bulog. Pihaknya masih menunggu instruksi pusat untuk dimusnahkan atau dijual ke industri pengolahan.
 
"Kebijakannya ada di pusat, kami masih menunggu. Intinya tak layak konsumsi lagi oleh manusia maupun hewan," kata Edison di Tanjungpinang, Sabtu, 7 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkap gudang Bulog Tanjungpinang masih menyimpan 2.500 ton beras layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lima kabupaten/kota se Kepri saat ini.
 
Lima wilayah itu berada di bawah kendali Bulog Subdivre Tanjungpinang, antara lain Kabupaten Bintan, Kabupaten Anambas, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang. Cadangan beras tersebut, lanjut Edison, mampu bertahan selama empat hingga lima bulan ke depan.
 
"Sebulan kebutuhan beras untuk lima wilayah Bulog Subdivre Tanjungpinang sekitar 500 ton," sebut Edison.
 
Sementara secara nasional, Dirut Perum Bulog, Budi Waseso, menerangkan ada 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dinyatakan rusak atau turun mutu. Beras turun mutu itu telah melalui melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan POM dan Kementerian Pertanian.
 
Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), disebutkan bahwa CBP harus dilakukan disposal (pembuangan) apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.
 
"Beras tersebut sebenarnya masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan," kata Buwas.
 
Mantan Kepala BNN itu pun membeberkan sejumlah skema untuk disposal beras CBP, antara lain diolah kembali menjadi tepung beras, pakan ayam, hingga menjadi bahan lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi, yakni menjadi etanol.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif