Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Medcom.id/Pythag Kurniati)
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Medcom.id/Pythag Kurniati)

Kenaikan Iuran Disebut Tak Menutup Utang BPJS

Nasional BPJS Kesehatan
Pythag Kurniati • 13 September 2019 13:36
Solo: Pemerintah berencana menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dua kali lipat untuk menutup utang ke rumah sakit. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengritik kebijakan itu.
 
"Tidak akan bisa menutup (utang), ini tidak akan menyelesaikan persoalan," kata Rudyatmo, Jumat, 13 September 2019.
 
Rudy, sapaannya, berharap pemerintah memiliki solusi lain. Sebab dengan menaikkan iuran BPJS, negara akan menghadapi masalah baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu nanti yang peserta mandiri semakin tidak bisa bayar. Kalau mereka keluar dari anggota BPJS, target pemerintah tentang jaminan kesehatan tidak jalan," jelasnya.
 
Dia menjelaskan warga yang rentan miskin bisa tidak mampu bila dipaksa membayar iuran. Dia menegaskan kalau warga tersebut menjadi penerima bantuan iuran (PBI). Pemerintahannya juga tidak sanggup bila harus menanggung iuran warga rentan.
 
Ketika jumlah warga miskin meningkat, kewajiban negara semakin bertambah. Mulai dari memberikan bantuan sosial berupa Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan hingga Bantuan Pangan nontunai.
 
"PKH saja satu keluarga bisa mendapatkan Rp9,6 juta. Belum bantuan lainnya," ujar Rudy.
 
Rudy mengatakan pemerintah pusat harusnya mengkaji dampak dari kenaikan iuran. Pemerintah diminta menghitung ulang sebelum menaikkan iuran.
 
"Mestinya dihitung, kalau menambah ini akan mengurangi ini," tutupnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif