Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jateng

Nasional cuaca ekstrem
Mustholih • 04 November 2019 21:44
Semarang: masyarakat Provinsi Jawa Tengah diminta mewaspadai cuaca ekstrem. Di masa transisi ini, angin kencang disertai petir kerap melanda wilayah tersebut.
 
"Cuaca ekstrem saat musim hujan biasa terjadi. Karena masa transisi antara kemarau hujan sering terjadi cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang dan petir, bahkan sering didahului puting beliung dan hujan es. Itu menyeluruh di Jateng," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun BMKG Semarang, Iis Widya Harmoko, kepada Medcom.id, Semarang, Jateng, Senin, 4 November 2019.
 
Bahkan, kata Iis, cuaca ektrem terbuka sekali melanda daerah-daerah Jateng yang memiliki daratan dengan sedikit vegetasi. "Untuk potensi angin kencang sangat tinggi sekali," ujar Iis menegaskan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iis berujar musim hujan di Jateng datang tidak datang dengan serentak. Di daerah Gunung Slamet dan sekitarnya sampai Cilacap, Kebimen, Banyumas, Purnalingga, dan Banjarnegara, hujan sudah datang pada awal Oktober. Hujan juga datang lebih awal di pesisir utara Brebes dan lereng Gunung Slamet bagian utara.
 
Sedangkan hujan telat datang di darah pantai utara khususnya Demak bagian utara sampai Rembang. Iis berujar di daerah-daerah itu hujan diperkirakan turun pada awal Desember.
"Untuk lainnya secara umum pada November. Misalnya Grobogan, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Magelang, dan Temanggung," jelas Iis.
 
Meski hujan sudah mulai mengguyur di Jawa Tengah, Iis menegaskan masih berskala lokal. Sehingga, BMKG Kota Semarang masih belum bisa menyimpulkan bahwa Jawa Tengah sedang memasuki musim hujan.
 
"Kita lihat curah hujan masih terfokus di daerah tengah Jateng khususnya di dataran tinggi serta daerah Semarang bagian selatan dan timur antara Boyolali, Sragen dan Grobogan," tegas Iis.
 
Bahkan, kata Iis, sebagian besar wilayah Jateng masih dilanda kekeringan ekstrem. Meski hujan pada awal bulan ini sudah mulai turun, kekeringan masih melanda di sejumlah wilayah.
"Kami lihat masih ada 50 persen di Jateng masih mengalami kekeringan ekstrim. Sehingga untuk potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan masih ada," jelas Iis.
 
Menurut Iis, daerah-daerah di Jateng yang masih mengalami kekeringan ekstrem, antara lain, di Klaten, Wonogiri, Jepara. Kekeringan ekstrim juga masih melanda daerah Kendal sisi utara, Demak hingga Pati. Sedangkan di selatan Jawa Tengah, kekeringan ekstrim juga terjadi di Kebumen, Cilacap bagian selatan, Purworejo, Wonogiri, dan Soloraya bagian selatan.
 
"Jateng harus mewaspadai dua kondisi, kekeringan dan bahaya banjir dan longsor," ujar Iis.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif