NEWSTICKER
Perumahan Pesona Serpong, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, Selasa, 21 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Farhan)
Perumahan Pesona Serpong, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, Selasa, 21 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Farhan)

Hampir Sebulan Warga Masih Berbenah Pascabanjir di Tangerang

Nasional banjir jakarta
Farhan Dwitama • 21 Januari 2020 11:20
Tangerang: Hampir satu bulan warga di Pesona Serpong, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, berbenah pascabanjir yang datang pada 1 Januari 2020. Permukiman yang terletak di bantaran kali Cisadane tersebut menjadi lokasi banjir terparah di Tangsel.
 
Salah seorang warga, Yoga, mengatakan, hampir seluruh perabot rumah tangga miliknya rusak. Termasuk barang elektronik dan kendaraan.
 
"(Banjir) paling parah kemarin, kalau dihitung-hitung kerugiannya sampai 20 juta-an. TV rusak, kulkas, lemari, baju pada hanyut, pintu rumah jebol, setrika, mesin cuci, sofa, banyak lah pokoknya," terang dia, Selasa, 21 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yoga mengakui permukiman yang ia tempati sejak 1990 merupakan kawasan langganan banjir. Namun hingga hari ini ia dan ratusan warga lainnya belum pernah mendapatkan ganti rugi dari pengembang maupun pemerintah setempat.
 
"Kami sangat berharap agar pemerintah memberikan ganti rugi atas semua kerusakan akibat banjir," ungkapnya.
 
"Harapan kami ada penanganan serius. Kalau kami tidak mungkin direlokasi, setidaknya, ada upaya agar air kali Cisadane yang meluap tidak sampai merendam rumah kami,” sambung warga lain, Diah.
 
Diah yang berprofesi sebagai penyedia jasa rias pengantin dan penyewaan busana mengaku merugi cukup besar akibat banjir
 
"Semuanya habis. Usaha pakaian pengantin hanyut, kalau dihitung kerugiannya ada di kisaran Rp25 juta sampai Rp30 juta," imbuh dia.
 
Sebelumnya, ratusan rumah di Perumahan Pesona Serpong terendam banjir setinggi empat meter akibat luapan sungai Cisadane. Pantauan Medcom.id, warga perumahan Pesona Serpong masih sibuk membenahi kediamannya pascabanjir.
 
“Dibersih-bersihkan dulu, siapa tahu masih bisa dimanfaatkan. Sayang juga tidak ada lagi,” ucap Diah.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif