Penyanyi Tata Janeeta memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim. (Medcom.id/Amal).
Penyanyi Tata Janeeta memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim. (Medcom.id/Amal).

Tata Janeeta Diperiksa Terkait Investasi Bodong MeMiles

Nasional investasi bodong
Amaluddin • 22 Januari 2020 16:18
Surabaya: Penyanyi Tata Janeeta memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur di Surabaya, Rabu, 22 Januari 2020. Tata merupakan saksi ketiga dari lima orang yang dipanggil polisi sebagai saksi MeMiles hari ini.
 
Pelantun lagu "Penipu Hati" tersebut datang ke Mapolda Jatim sekitar pukul 14.30 WIB, dengan mengenakan blazer berwarna abu-abu didampingi asisten dan kuasa hukumnya. Tata sempat berkomentar sedikit sebelum masuk ke ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim.
 
"Nanti dulu, biar saya masuk dulu ke dalam, nanti kita bicara lagi ya," kata mantan personel duo Mahadewi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum Tata, dua publik figur lainnya lebih dulu mendatangi Mapolda Jatim, yakni Cucu Presiden Soeharto Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau Ari Sigit, sekira pukul 10.45 WIB, kemudian Adji Notogeoro alias pukul 13.00 WIB.
 
Selain mereka, polisi juga telah memeriksa sejumlah artis lainnya, yakni penyanyi Pinkan Mambo, Eka Deli, Marcello Tahitoe atau Ello. Mereka diperiksa sebagai saksi kasus investasi bodong MeMiles.
 
Hingga saat ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim telah memeriksa beberapa artis sebagai saksi investasi bodong MeMiles, yakni penyanyi Eka Deli Mardiana dan Marcello Tahitoe alias Ello, dan Pinkan Mambo. Selain mereka, masih banyak artis lainnya yang belum dilayangkan pemanggilan oleh polisi, di antaranya berinisial ID, ZG, TM, J, UGB, MJ, SB, TJ, R, dan lainnya.
 
Terkait investasi bodong MeMiles, Polda Jatim telah menetapkan lima tersangka, yaitu KTM, FS, ML, PH, dan W. Melalui investasi ilegal ini, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 member.
 
Dalam jangka waktu delapan bulan, bisnis ini mampu meraup omset sebesar Rp750 miliar. Padahal Memiles diketahui tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp128 miliar, 23 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Tersangka dijerat Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal 46 ayat 1 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif